Techno

Huawei Nova 3i Senjata Baru Untuk Mengabadikan Momen Terbaikmu

Hallo Mams,

Betul tidak bahwa hanya beberapa orang saja di dunia ini yang diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki anak? Jadi setiap pasangan yang diberi anak di dalam keluarganya sudah patut bersyukur, lagipula punya anak itu menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan tersendiri tapi memang tidak dipungkiri bahwa kebahagiaan tersebut diikuti juga dengan sebuah tanggung jawab yang besar sehingga sangatlah wajar apabila sesekali kita sebagai orang tua kadang merasa lelah, bosan.

Peran sebagai orang tua itu membawa kebahagiaan sekaligus tanggung jawab yg bsr.

Perasaan lelah dan bosan itu tidak hanya dimiliki oleh ibu yang kerjaanya cuma di rumah aja mengurus rumah dan anak-anak, bapak sebagai kepala rumah tangga yang juga sering kali membantu menjaga anak sepulang kerja juga pasti akan merasakannya, bahkan jikapun ada asisten rumah tangga atau suster yang membantu menjaga anak-anak tetap ada kemungkinan seorang bapak mengalami kelelahan, kelelahan psikis mungkin lebih tepatnya, seperti ketika setelah pulang kantor dengan beban pikiran yang berat masih mendengar anak menangis, berteriak-teriak pada saat bermain dan kehebohan-kehebohan lain khas anak-anak.

Suami bisa juga mengalami kelelahan mental ketika menjalankan peran sbg ayah

Kelelahan psikis seorang bapak bisa saja datang karena kurang mendapat perhatian dari istri yang mana juga sudah kelelahan dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak, perhatian dan kasih sayang istri sudah terkuras habis untuk anak-tak tersisa lagi untuk suami. Kasian banget.. Padahal suami kan butuh diperhatikan juga, butuh ditemani untuk berbagi cerita, bertukar pikiran hingga sentuhan mesra dari istrinya, sebenernya istri butuh itu juga sih tapi kadang karena terlalu capek sampai-sampai nggak punya waktu meminta atau memulainya, si suami juga takut meminta atau memulainya karena takut dianggap semakin membebani istrinya, iya apa iya hayo mams? Ada yang seperti itu?

Jawabannya ada dan kalau mau jujur pasti  akan sangat banyak sekali keluarga yang punya pengalaman seperti itu. Salah satunya adalah saya dan suami. Meskipun kami memiliki asisten rumah tangga yang membantu saya dalam mengurus rumah dan menjaga anak tapi tidak serta merta saya berpangku  tangan apalagi jika urusan anak, sudah pastilah saya juga mengalami kelelahan fisik dan juga mental. Suami saya bisa dibilang seorang family man, dia sangat sayang dan perhatian dengan keluarganya terutama anaknya, setiap waktu dia sisihkan untuk bermain dan bercerita-cerita dengan anak-nya, kalau anaknya sakit dia ikut kepikiran juga, malah lebih heboh dari saya juga sih kadang, tapi juga yang paling cerewet dan suka marah-marah kalau anak-anak main atau teriak-teriak berlebihan.

Saya dan suami akhirnya merasa peran sebagai mama dan bapak ini cukup menguras pikiran kami dan membuat hubungan kita kurang mesra karena sudah lama kita tidak punya berduaan yang berkualitas dan cukup panjang. Seingat kami terakhir kami punya waktu berduaan, bermesra-mesraan itu ya waktu terakhir sebelum saya hamil si kakak, Quinn, which is itu hampir enam tahun yang lalu! Wew!

Well akhirnya kita memutuskan pada awal tahun 2018 kita akan melakukan trip hanya berdua saja tanpa anak selama 5 hari, kenapa dilakukan di awal tahun? Nggak awal-awal banget sih sebenernya, tapi akhir Januari 2018 karena dipaskan dengan waktu menyapih si adik, Evlan, yang pada bulan Desember 2017 sudah berusia 2 tahun, selain itu karena tentu saja biaya hotel jauh lebih murah daripada akhir atau awal tahun, hehe..

Kami sudah menyiapkan anak-anak sejak 2 bulan sebelumnya terutama si kakak , sudah disounding jauh-jauh hari kalau kami akan meninggalkan mereka, mereka akan tinggal bergantian dengan eyang mami dan utinya dan bertemu dengan sepupu-sepupunya yang kebetulan sama-sama tinggal di satu kota, Banyuwangi. Si adek juga mulai dibiasakan, tidak ditawari nenen kalau tidak minta, frekuensi nenennya mulai dikurangi sedikit demi sedikit, diganti dengan susu formula.

Lima hari selama di Bali itu merupakan moment terbaik tahun 2018 bagi saya dan suami, kami bisa berduaan, bermesraan tanpa gangguan dari anak-anak, bisa cerita apa saja dari hati ke hati, moment ini kami gunakan juga introspeksi diri, kami juga akhirnya membuat beberapa kesepakatan-kesepakatan dalam hubungan kami yang intinya bagaimana agar hubungan kami sebagai suami istri ini ke depannya lebih indah lagi walaupun kami sudah di sibukkan dengan urusan masing-masing dan sudah punya tanggung jawab sebagai orang tua.

Jarang sekali kita punya foto berduaan begini

Selain bermesraan dan bercerita dari hati ke hati kami juga refreshing mendatangi tempat-tempat baru yang indah, menikmati makanan-makan baru yang nikmat, ah serasa honeymoon kedua deh pokoknya. Walaupun sekarang hampir di penghujung tahun tetapi itu adalah pengalaman paling mengesankan di 2018 bagi saya dan suami.

Terlihat tidak kemesraan kami? Semua momen ini kami abadikan melalui kamera smartphone  krn lbh praktis.

Baca juga: Pengalaman Sapihmoon di Bali

Pergi ke tempat-tempat baru dan melakukan aktivitas yang seru sudah pasti harus diabadikan, agar bisa dikenang saat-saat bahagia seperti itu, apalagi sejak punya anak kita jarang banget punya foto berdua.

Walaupun kami membawa beberapa alat untuk mengabadikan momen tersebut tapi kami lebih sering menggunakan kamera smartphone karena lebih praktis. Sampai sekarang sayapun masih saja sering melihat foto-foto kenangan selama di sana cuma sayangnya hape saya ini sudah tak sebagus dlu performanya, ya maklumlah usianya sudah hampir 3 tahun. Saya jadi kepikiran untuk menggantinya dengan yang baru, kemarin browsing-browsing akhirnya saya terpikat dengan satu smartphone Huawei Nova 3i.  Mau tau kenapa?

Designnya yang ketje – warnanya Irish Blue

beginilah penampilan huawei nova 3i, ketje kan?

Pertama karena designnya yang ketje, sebagai seorang perempuan penampilan dari sebuah handphone pasti jadi pertimbangan. Gimana nggak ketje kalau warnanya itu sangat menarik perhatian, gradasi antara biru dan ungu, warna designnya di klaim terindah di kelasnya*. Nggak malu lah kalau ditenteng kemana-mana apalagi buat saya blogger yang sering ketemu banyak orang, datang dari satu event- ke event yang lain. Design dan warnanya mirip-mirip Huawei P20 Pro itu lho*.. jadi kalau dari jauh bakal dikira kita pakai P20 yang keren dan juga mahal itu, hihi..

Body belakangnya yang berwarna Irish Blue itu ternyata terbuat dari kaca atau glass makanya terlihat sangat elegan dan waktu dipegang juga mantap gitu rasanya.

Kameranya yang sudah dilengkapi dengan AI

Kameranya sudah dilengkapi dengan AI

AI atau Artificial intelegent ini membuat kita semakin mudah dalam mengambil gambar dengan kamera smartphone, dia yang akan membantu kita seperti misalnya mengatur pencahayaan, mengatur komposisi, mengatur focus dan lain-lain,  hal ini sangat menambah nilai plus pada 4 kamera yang terdapat pada Huawei Nova 3i ini.

Empat kamera?? Iya, kamu nggak salah baca, ada 4 kamera, 2 di depan dengan 24 MP & 2 MP serta kamera belakang dengan 16 MP dan 2 MP yang bakal membuat hasil foto dan videomu semakin menakjubkan.

Fitur-fitur di kameranya juga lengkap mulai dari emoji dengan gambar animasi yang lucu-lucu sampai fitur beautification bukan hanya ketika kita akan mengambil gambar selfie tapi juga ketika ketika kita membuat video dari kamera depan*, membuat waktu bikin instastory atau live IG dari kamera depan makin pede karena wajah pastinya jadi lebih cantik. Ini kan yang dicari para wanita? Huawei tau aja.. hehe..

Storagenya gede banget, 128GB!

Salah satu yang bikin saya pengen cepet-cepet ganti hape tuh karena storagenya yang dikit banget, emang sih sudah ada aplikasi google photo di dalamnya yang bikin foto-foto dan video saya diback up ke sana tapi kan kadang males juga ya beberapa bulan sekali harus hapus file-file itu di hape supaya tetap cukup kalauk ada file-file baru yang masuk.

Paling bête tuh waktu lagi bikin konten youtube pas mau disimpen eh memorynya nggak cukup padahal lagi keburu-buru banget atau semisal lagi liburan eh nggak cukup dimasukin foto dan video baru harus hapus satu per satu, lama.. momennya bisa hilang, huh!

Nah kalau dengan Huawei Nova 3i ini kamu nggak akan mengalami seperti itu, storage 128GBnya sudah cukup banget untuk kamu menyimpan beratus-ratus bahkan beribu-ribu file.

Mau download aplikasi apa aja rasanya bakal selalu cukup, gak seperti hape saya sekarang yang sudah kehabisan memory waktu mau download aplikasi baru demi kepentingan saya sebagai seorang content creator, alhasil saya harus hapus satu persatu aplikasi yang jarang saya pakai padahal kadang-kadang masih butuh aplikasi itu, jadinya besok-besok kalau masih butuh ya diinstall lagi, duh ribet banget ya..

Dengan Huawei Nova 3i mau install banyak aplikasi kamu juga masih bisa, padahal di dalamnya sudah banyak aplikasi bawaan tapi masih tersisa 112GB* , nggak perlu install-uninstall lagi seperti yang saya lakukan akhir-akhir ini dengan hape lama saya ini.

Coba lihat video review Huawei ini:

GPU Turbo

Nah yang terakhir ini adalah cara menyogok suami agar juga setuju kalau saya memiliki smartphone ini, saya bilang aja kalau dia boleh pinjem handphone Huawei Nova 3i ini untuk main game karena main game dengan teknologi GPU Turbo ini gambar atau grafisnya semakin bagus, permainannya semakin lancar, jarang terjadi lag dan smartphone ini juga nggak gampang panas karena konsumsi energinya nggak sebesar hape yang tidak memiliki GPU Turbo ini*.

Jadi kalau suami mulai merasa kurang mendapat perhatian dari saya karena saya sedang ngurus anak-anak atau menemani mereka tidur, suami boleh deh pakai smartphone Huawei Nova 3i saya nanti untuk main game, jadi saya nggak perlu merasa bersalah lagi, encer kan otak saya? Hihi..

Walaupun pengalaman saya berlibur berdua bersama suami adalah pengalaman terbaik saya tahun ini karena bulan-bulan setelahnya hubungan saya dengan suami semakin mesra, tubuh dan jiwa seperti habis di re-charge, benar-benar bikin kami semakin bahagia sampai sekarang, tapi saya sudah siap membuat moment-moment baru dengan Huawei Nova 3i yang tak kalah mengesankannya.

Oke, itu tadi cerita momen terbaikku bersama suami di tahun 2018 lalu seperti apa sih smartphone idaman saya di tahun 2018? Sudah jelas ya si Huawei Nova 3i dengan semua keunggulan yang saya jelaskan di atas tadi, makin yakin deh untuk segera ganti smartphone.

Trus pertanyaan terakhir, tahun depan kita mau bikin moment berdua eh bertiga bersama Huawei Nova 3i kemana lagi nih yank? (mringis)

Yuk bagi Mams yang merasa hubungannya dengan suami kurang mesra, pengalaman saya ini siapa tau bisa menginspirasi, silahkan dicoba, mungkin dengan destinasi yang berbeda. Oke sementara begitu dulu cerita saya kali ini, bagi juga cerita momen terbaikmu tahun 2018 di kolom komentar ya!

Stay Ketje,

Anne Lesmana

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo

Referensi (*):

https://consumer.huawei.com/id/phones/nova3i/

Channel Youtube GadgetIn – Sebelum Kalian beli Huawei Nova 3i

Channel Youtube Gonta-ganti Hape – 6 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Huawei Nova 3i

Channel Youtube Taufik Nobo – Review Huawei Nova 3i – Indonesia

https://inet.detik.com/consumer/d-4118878/gpu-turbo-diklaim-bikin-ponsel-honor-jadi-ngebut

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest
Pinterest
0Share on Facebook
Facebook
2Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Share on Tumblr
Tumblr
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *