Blogging, Traveling, Uncategorized

Videography dalam Kacamata Bisnis dibahas di Hotel PrimeBiz

Videography. Siapa sih yang sekarang tidak mantengin video di layar medsos mereka? Baik itu sekedar instastory yang cuma beberapa detik, IG live, FB live sampai Youtube channel.

Ngomongin soal Youtube, saya jadi ingat sebuah nama, John Titor, yang sempat membuat heboh beberapa tahun yang lalu (sekitar tahun 2000-2001) karena dia mengaku sebagai orang dari masa depan yang datang ke masa kini dan bercerita mengenai kehidupan masa yang akan datang, yang mana salah satu yang dia ceritakan adalah bahwa nanti setiap orang akan memiliki channel TV mereka sendiri. Kini, saya bisa bilang kalau ‘ramalan’ dia yang ini, tepat!

Kali ini tapi saya tidak akan bahas lebih lanjut mengenai si John Titor ini, silahkan googling sendiri ya..hehe.. dan sekarang saya sendiri yang coba googling, ternyata sekarang namanya bahkan sudah masuk Wikipedia! Wow! Tuh kan tambah penasaran aja kan? Tahan dulu, yang saya bahas di sini nggak kalah bikin penasaran lho.. Tentang gimana nambah pundi-pundi rupiah kita melalui videography.

Jadi begini, tanggal 8 Oktober 2017 kemarin ini saya mendapat kesempatan yang berharga untuk belajar videography, smartphone videography sih lebih tepatnya, bersama mas Teguh Sudarisman di PrimeBiz Surabaya Hotel, mas Teguh ini adalah pakar smartphone videography terutama untuk kategory traveling, karena beliau sudah berkecimpung dalam dunia traveling ini sekitar 10 tahun.

Nah, apa itu smartphone videography? Smartphone videography adalah teknik pembuatan video dengan menggunakan smartphone, baik pengambilan gambar maupun editing.

Jadi di dalam workshop kemarin kita benar-benar mulai proses mengambil video sampai editing dan publikasinya dilakukan melalui smartphone saja! Simple, praktis dan mudah!

Nggak percaya kalau mudah?

Ni saya kasih tau bocorannya ya kenapa bisa mudah! Rahasianya adalah pilih aplikasi video editing yang tepat! Kenapa bisa begitu? Ya karena sekarang ini memang banyak sekali aplikasi video editing tapi tidak semua fiturnya itu lengkap untuk mengakomodir pembuatan video yang bagus dan menarik dan kalaupun cukup lengkap eh ternyata kurang user friendly!

Trus kemarin pakai apa donk aplikasinya? Aplikasinya adalah dengan menggunakan Power Director Video Editing!

Masa’ cuma itu aja rahasianya? Hehe..ya nggak sih, ada beberapa hal lagi misalnya kita juga harus pilih smartphone yang tepat, seperti apa itu smartphone yang tepat? Smartphone yang tepat itu memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:

  1. Sudah mendukung video Full HD
  2. Memory internal yang ideal adalah 64GB, 16GB terlalu sedikit kecuali rajin memindahkannya ke hard disk
  3. Mendukung 4G untuk mengupload video
  4. Ukuran layar yang ideal adalah 5,5 inchi

 

Oh ya ada beberapa hal lagi yang juga harus diperhatikan waktu membuat sebuah video yang bagus yaitu beberapa alat bantu lainnya supaya hasil videonya steady atau nggak goyang-goyang, karena kalo goyang-goyang bikin mata sakit dan akhirnya nggak ada yang mau nonton, apa aja alat bantunya? Ini dia:

  1. Tripod, bisa diganti dengan monopod, tongsis atau steady cam. Kegunaan tripod: menstabilkan shoot, melakukan zoom in –zoom out, mengambil low / high angle shot, selfie, melakukan putaran 360 derajat, time lapses.

    penggunaan tripod pada smartphone
  2. Microphone external atau tambahan
  3. Headphone untuk mendengarkan kualitas suara video terutama pada waktu proses editing

 

Nah kalau segala peralatan tempurnya udah ada sekarang tinggal waktunya untuk mulai merekam videonya,  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga dalam merekam video, yaitu:

  1. Buat planning, mulai dari cari ide cerita lalu menentukan lokasi, membuat skenario, mempersiapkan alat dan bahan serta biaya bila perlu.
  2. Jika semua poin di atas telah siap maka sudah dapat dilakukan proses perekaman atau syuting.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika syuting adalah:

  • Rekam per ‘frame’ itu maximal 10 detik karena rentang konsentrasi manusia untuk melihat yang sama itu segitu, boleh sih lebih tapi jangan semua frame lebih dari 10 detik itu ya karena penonton bisa cepat bosan. Terlalu pendek juga jangan (1-3 detik bisa dikatakan terlalu pendek)
  • Jika merekam dengan menggerakan kamera dari ke samping apabila tidak menggunakan tripod / stabilizer maka akan shaking, apabila terpaksa maka harus merekam sambil menahan nafas, 10 detik aja ya jangan lama-lama..hihi..
  • Rekam juga manusianya jangan hanya tempat / lokasinya saja jika melakukan peliputan, akan lebih baik jika ada narasumber yang bisa memberikan keterangan yang lebih untuk video / berita yang ingin disampaikan tapi jangan lupa ijin ya sebelumnya.

 

Setelah adegan per adegan sudah direkam maka sudah bisa mulai proses editing, yang harus diperhatikan dalam membuat video itu adalah hasil akhirnya, kalau bisa setiap video yang diproduksi itu tidak lebih dari 3-5 menit, kenapa? karena orang cenderung bosan jika lebih dari itu, jadi usahakan informasinya padat dan jelas dalam durasi waktu tersebut.

Eh ada yang ngeh nggak kenapa judul sama isi kok agak nggak nyambung ya? Hehe.. tenang.. cuma blom dibahas aja kok..hehe..

Bisnis dari videography? Iya bener banget! Bisa banget.. Apa YouTube? Ah udah pada tau semua kan kalau itu.. Gimana kalau saya kasih tau beberapa cara lain menambah pemasukan melalui videography?

Baca juga: 11 YouTube Channel Favorit Mama

Selain ‘jual’ video kita di Youtube kita bisa jual video kita dibeberapa tempat-tempat ini

  1. Net.TV sering lihat nggak tuh di acara berita Net TV biasanya ada journal citizen nah di situ kita bisa kirim video kita dan mendapatkan uang mulai dari 300 ribu sampai lebih dari satu juta, jenis video apa saja yang bisa di’jual’? bisa mengenai traveling, kuliner, berita / trend terkini hingga kejadian / berita yang baru aja terjadi. Sebenarnya bukan stasiun berita itu saja yang mau menerima video kita tetapi beberapa stasiun berita lainnya juga mau hanya mereka tidak benar-benar terbuka kepada pihak luar bahwa mereka membuka peluang tersebut dan kita jika mau bisa mencari kontak mereka dan mulai menawarkan video yang kita buat.
  2. Shutterstock.com, di sini kita bisa berjual video-video pendek yang berdurasi mulai 3 detik, lumayan lho bayarannya dollar, mulai dari satu digit sampe 3 digit dollar nominal yang bisa kita dapatkan. Pasti penasaran kenapa ada orang mau membeli video yang sependek itu ya? Buat apa.. ternyata.. video sependek itu biasanya dibeli oleh orang yang sedang membuat iklan komersial, tidak semua bagian video-video mereka itu adalah buatan mereka sendiri, ada beberapa part yang mungkin lebih mudah atau murah apabila mereka membeli saja daripada membuat sendiri. Film-film juga begitu, tidak semua adegan, terutama adegan yang remeh-temeh seperti adegan yang memperlihatkan lampu server berkelap-kelip.
  3. Jasa iklan komersial. Tapi ini tidak selalu untuk iklan TV ya.. mungkin ada yang berpendapat “wah aku masih nggak pede ah”, tenang, iklan kan nggak selalu untuk TV ya.. banyak bidang usaha yang sudah mulai mengiklankan produknya dengan platform video karena video lebih dapat mendeskripsikan keadaan sebenarnya dari produk tersebut. Lalu bidang apa saja yang biasanya menggunakan media video untuk memasarkan produknya? Sebenarnya apa saja bisa, tetapi yang sering itu hotel, karena selain ditampilkan untuk calon pengunjung biasanya hotel menampilkan video mengenai hotel tersebut di TV setiap kamar agar para tamu dapat mengenal lebih lanjut fasilitas-fasilitas yang yang ada di hotel tersebut. Selain hotel mungkin kita juga dapat menawarkan jasa pembuatan video kita kepada para pengusaha UKM, mereka membutuhkan bantuan untuk mengiklankan produk mereka dan karena mereka pemula maka yang mereka minta biasanya tak serumit produk-produk yang sudah terlebih dahulu berkembang dan itu adalah peluang kita!

Gimana? Tertarik untuk menambah profesi sebagai videographer? Karena dengan hanya menggunakan smartphone saja kita sudah dapat menghasilkan video yang bagus dan layak jual.

Ngomong-ngomong soal iklan hotel, kemarin sebagai latihannya peserta workshop diminta untuk membuat video mengenai hotel yang digunakan sebagai tempat workshop, yaitu PrimeBiz Surabaya Hotel, business hotel baru yang terletak di Surabaya Selatan, hotel ini memang menyasar kalangan businessman seperti ketika kemarin saya bertemu dengan Mensesneg yang sedang makan siang di sana dan kabarnya beliau juga menginap di sana, kebayang nggak gimana kerennya hotel itu? Yuk langsung diintip aja yuk video buatan saya ini, jangan lupa kasih komen ya, kritik dan saran sangat ditunggu, tapi jangan lupa like dan subscribe-nya..hahaha.. check this out!

Gimana udah liat kan video buatan saya? How-how..? Kasih nilai berapa untuk pemula seperti saya ini? kasih komen di kolom komentar blog ini juga ya..

Bagi yang belum pernah sama sekali belajar membuat video yang bagus semoga artikel ini dapat membantu anda yang mau belajar membuat video, nanti kalau sudah bikin video jangan lupa berkabar kepada saya ya, supaya kita bisa saling support..

Oke, sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Salam Ketje!

@annelesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook13Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

23 Comments

  1. wahhhh .. saya pengen jadi youtubers kalo kayak gini, apalagi bayaran pake dollar .. sangat menggiurkan juga, uhhhh mantap kali. jadi tambah giat mencari video yang menarik 🙂

  2. pengen banget bikin video ala-ala netizen gitu tapi sekarang masih terkendala bawa bayi kemana-mana. heu. kapan ya mas Teguh mampir ke Banjarmasin buat bikin acara kayak gini?

  3. Makasih sharing ilmunya mbak, bermanfaat sekali. Dan saya sering lupa meminta keterangan narasumber, hehehe. Jadi deh videonya tanpa narasumber, tapi berasa kurang lengkap deh ya

    1. Nah ayo bikin lagi video mbak.. hehe..

  4. woh jadi tahu menjual video kemana. info menarik

  5. Jadi ga perlu repot-repot bawa kamera ya sekarang.. aku pernah edit video dari handphone di premiere dan emang hasilnya bagus kalau kameranya udah mumpuni

  6. Sesuai namanya, memang videonya ketje, Mbak Anne.
    Kapan-kapan kita ketemuan lagi untuk upgrade ilmu per-video-an ya, Mbak
    Saya tambah semangat kalau ada temen ketje juga…

  7. Wah saya baru tahu kalau video bisa dijual juga. Videonya sudah bagus, mbak kalau kata saya

  8. wahhh info yang berguna banget nih.. secara saya juga sedang ekspansi ke dunia videography euy..
    salam kenal

    1. Terima kasih mbak Endah.. salam kenal balik. Kalau boleh tau apa nama channel YouTube nya?

  9. Btw kemarin tuh mensesneg? Saya pikir pejabat biasa. Wah ngga saya foto. Wkwkwk

    1. Hehe.. iya, itu mensesneg.. dikasih tau PR hotel kmrn..

  10. Peluang menghasilkan uang dari video tuh gede tp capek euy ngeditnya. Apalagi cuma pake hape. Bener2 kudu semangat tinggi ya mba

    1. Hehe.. iya mbak.. krn aq nyoba editnya baru pake hape bkn pake PC aq rasa cukup simple sih mbak. Ribet klo layar hapenya kecil mgkn, coba pake yg disarankan, 5,5 inch

  11. Eh ada MensesNeg waktu itu ya? wah aku nggak tahu, sibuk ambil video trus makan, hehehe

  12. Eh ada MensesNeg waktu itu ya? wah aku nggak tahu, sibuk ambil video trus makan, hehehe

    1. Iya mbak.. yg rombongan wkt itu lho mbak

  13. Sangat setuju dg bbrp ilmunya. Kalo softwarenya malah blm pernah coba habis gini download deh.

    Soal monetisasinya, semua pernah coba dan Alhamdulillah memang menghasilkan. Msh ada bbrp cara monetisasi lain sih tapi itu dicoba dulu kalo jalan sudah bagus kok

    Agak kurang setuju dengan durasi. Itu tergantung bagaimana orangnya bercerita dan apa yang diceritakan, serta siapa penontonnya. Semua saling terkait

    Keep creating!

    1. Oh iya sih Cak ya.. tergantung berita / informasi apa yg ingin diceritakan.
      Btw nanti ajari lagi ya cara monetisasi video yg laen ya..

  14. Info menarik dan bagus bgt untuk dipelajari..😊

    1. Iya Mel.. sbg blogger bekali diri dgn bnyk ilmu

  15. Acaranya beneran keren, jadi tahu deh proses editing video meskipun lumayan njlimet ya 😂

    1. Hehe.. iya, lmyn.. edit sndri mbak? Bkn Pak Ihwan? Hihi..

Leave a Reply

Required fields are marked*