Family, Healthy Life

Atasi Diare Dengan Tepat Demi Indonesia Merdeka Diare

Diare. Siapa sih yang tidak pernah mengalaminya? Hampir setiap orang pernah mengalaminya Mams.. tetapi karena diare ini adalah penyakit yang umum, banyak orang yang menanggapinya dengan santai bahkan terlalu santai menurut saya, padahal Mams, diare ini sangat berbahaya dan beresiko lho bagi para bayi, balita dan anak-anak.

Apa saja bahaya dan resiko bila anak terkena diare?

  • Diare menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada balita (data WHO, 2012), terutama balita yang sudah / tidak minum ASI atau berusia di atas 6 bulan karena mereka mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
  • Anak yang terkena diare akan memiliki resiko kekurangan gizi
  • Bila sering terkena diare maka tubuh anak-anak akan lebih pendek 3,6 cm ketika mereka berusia 7 tahun dibanding anak seumurannya
  • Bila sering terkena diare maka beresiko memiliki IQ lebih rendah

Beberapa hari yang lalu saya diundang ke sebuah event yang bertajuk “Indonesia Merdeka Diare” yang digagas oleh Nutricia Sari Husada.

Acara bertajuk Indonesia Bebas Diare Yang Digagas Oleh Nutricia Sarihusada di Hotel Fairfield Surabaya

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai diare sepertinya kita perlu mengenal siapa itu Nutricia Sari Husada, katanya tak kenal maka tak sayang..hehe..  jadi yuk langsung saja saya perkenalkan Nutricia Sari Husada adalah dua perusahaan yaitu PT. Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) yang sudah berdiri sejak tahun 1987 dan PT. Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang lebih tua lagi usianya yaitu sudah ada sejak 1954, mereka adalah perusahaan-perusahaan yang berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada awal kehidupan. Nutricia dan Sarihuda percaya  bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1000 hari pertama sejak di kandungan hingga tahun ke dua akan berdampak seumur hidup.

 

Keseruan di acara Indonesia Merdeka Diare Bersama Sarihusada

Kedua perusahaan tersebut ternyata merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition, siapa sih yang tidak kenal Danone ya kan Mams? Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dan mereka selalu memperhatikan kesejahteraan karyawannya terutama yang berhubungan dengan keluarga, seperti yang saya lihat di akun instagram mereka, silahkan di klik: @nutrisibangsa  untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut, keren deh Mams perusahaan ini, jadi tidak perlu diragukan lagi kan info-info yang mereka berikan, karena sudah bisa kita lihat sendiri komitmen serius mereka.

Nutricia Sari Husada secara aktif bekerja sama dengan para ibu, dokter dan praktisi kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia dan ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Nabhila Chairunnisa, Digestive Care Manager dari Nutricia Sari Husada pada acara kali ini, mbak yang cantik ini (maaf saya panggil mbak saja ya karena masih muda banget menurut saya) mengatakan bahwa Nutricia Sari Husada peduli dengan nutrisi anak bangsa, mereka ingin memberikan edukasi mengenai diare, mitos dan fakta seputar diare, pencegahan serta penanganan yang tepat sehingga anak-anak yang diare tersebut tetap bisa tumbuh sehat dan optimal karena itulah mereka mengadakan kampanye ini dengan harapan dapat menjangkau 2,3 juta ibu untuk diedukasi mengenai pencegahan dan penanganan diare dengan benar agar Indonesia Merdeka dari Diare!

Mbak Nabhila Chairunnisa

Berdasarkan survei, hanya 1 dari 10 ibu yang sudah yakin telah memberikan penanganan yang tepat ketika anak diare. Nah lho..dikit banget ya ternyata yang yakin.. Supaya jadi Mama ketje yang yakin telah melakukan pencegahan dan penanggulangan diare dengan benar yuk simak rangkuman yang saya catat selama acara berlangsung.. Lanjut bacanya ya..

Pengertian Diare: Diare adalah kondisi dimana penderita mengalami BAB lebih dari 2-3 kali dalam 24 jam, dengan kondisi feses yang lebih lembek atau cair daripada biasanya.

Penyebab diare:

  • Infeksi, prevalensinya sekitar 90% yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur. Untuk yang infeksi ini ternyata 50%-nya lebih banyak disebabkan oleh Rotavirus.

Mengenai penyebab diare karena infeksi ini saya mendapat fakta yang cukup mencengangkan yang saya dapat dari dr. Andy Darma, Sp.A(K) bahwa Indonesia adalah negara terbesar kedua yang penduduknya masih banyak buang air besar di sungai atau tidak pada tempatnya, yaitu sekitar 60 juta jiwa (data tahun 2009) dan hal inilah salah satu sebab mengapa penderita diare cukup tinggi di Indonesia, selain itu banyaknya penggunaan popok sekali pakai juga menjadi salah satu penyebabnya juga, karena kalau anak pup di diapers kebanyakan para orang tua langsung membuangnya ke tempat sampah bukan dibuang pup-nya terlebih dahulu di toilet. Tapi tidak perlu khawatir Mams, pemerintah sudah aware dengan hal tersebut dengan adanya gerakan “Stop Buang Air Besar Sembarangan”, mungkin Mams pernah tau atau sudah mendengarnya? Dengan gerakan tersebut diharapkan angka 60 juta di atas akan menurun, semoga ya Mams..

Dokter Andy Darma Sp.A (K) sedang memberikan penjelasan mengenai diare

Sekarang kita bahas mengenai penyebab diare khusus pada Rotavirus ya.. Seperti yang dijelaskan di atas tadi bahwa sekitar 50% infeksi lebih banyak disebabkan oleh Rotavirus, Rotavirus ini menyerang saluran usus halus yang berfungsi dalam menyerapkan sari-sari makanan, ketika seorang anak mengalami diare karena Rotavirus maka jonjot usus halusnya akan rusak, rusaknya jonjot usus tersebut menyebabkan produksi beberapa enzim di jonjot usus tersebut menjadi berkurang, salah satunya adalah enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna gula alami (laktosa) pada susu menjadi energi, laktosa yang tidak tercerna dengan baik itulah yang menyebabkan anak menjadi diare, perut kembung dan tinjanya berbau asam dan hal ini biasanya dikenal dengan istilah intoleransi laktosa

Oh ya mams, perlu anda ketahui bahwa Rotavirus ini bisa bertahan selama +/- 3 hari di udara bebas, jadi hati-hati kapan saja dan di mana saja Rotavirus bisa saja ada.

  • Non infeksi, prevalensinya sekitar 10% disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan.

Gimana Mams, sudah cukup paham kan mengenai penyebab diare tersebut Mams? Nah kira-kira kalau bisa kita simpulkan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit diare tersebut Mams?

Cara mencegah penyakit diare:

  • Dukung gerakan “Stop BAB Sembarangan” dengan cara buang air besar di tempatnya
  • Perhatikan sanitasi atau kebersihan lingkungan dengan baik, seperti: bersihkan lingkungan sekitar rumah kita; selalu buang sampah pada tempatnya, seperti saat membuang diapers bekas pup anak kita, lebih baik jika tinja cukup banyak, maka dibuang terlebih dahulu ke toilet lalu tutup/gulung diapers dengan rapat baru setelah itu dibuang ke tempat sampah; tutup bak sampah dengan baik; dan buat septi tank yang baik di rumah kita.
  • Perhatikan kebersihan badan, mandi minimal 2 kali sehari, lalu biasakan cuci tangan sebelum dan setelah makan.
  • Lakukan vaksin Anti Rotavirus atau Rotarix. Virus memang tidak ada obatnya selain ketahanan tubuh oleh karena itu  cara pencegahan agar tidak terkena diare karena rotavirus adalah dengan melakukan vaksin tersebut. Sayangnya vaksin ini cukup mahal tetapi menurut dokter Andy Darma, Sp.A (K) para dokter sedang mengusahakan agar pemerintah dapat menjadikan pemberian vaksin rotarix ini sebagai gerakan nasional yang diberikan gratis kepada semua anak Indonesia, kita doakan ya Mams semoga usaha para dokter-dokter ini bisa berhasil dan bisa mengurangi jumlah penderita diare karena rotavirus.

Itu tadi cara pencegahannya Mams, nah gimana kalau anak sudah terkena diare, apa yang harus dilakukan, saya merangkum informasi atau penjelasan dari dr, Andy Darma, SpA(K) sebagai berikut:

Cara penanggulangan penyakit diare:

  • Berikan cairan sebanyak mungkin sebagai pengganti cairan yang hilang. Bila anak anda masih minum ASI maka tetap berikan ASI, tetapi karena biasanya penderita diare ini banyak terjadi pada anak yang sudah berusia 6 bulan ke atas yang sudah mengenal MPASI maka tetap teruskan juga MPASInya agar terhindar dari kekurangan gizi.

Apabila anak anda sudah tidak minum ASI atau minum susu formula saja, maka pilihlah sufor yang rendah laktosa, agar diarenya tidak semakin hebat.

Bagaimana jika anak sudah tidak minum susu sama sekali? Berikan cairan yang mudah didapat di rumah, seperti air putih, kuah sup, makanan yang banyak kuahnya, air tajin juga boleh lho Mams kalau anak kita mau.

Pernah dengar nggak Mams jika ada orang diare maka disarankan memberikan air teh sepet (tanpa gula) ini memang ada benarnya Mams tapi ini bukanlah obat untuk diare itu sendiri, hal ini diberikan sebagai usaha untuk mencegah dehidrasi sama seperti cairan-cairan lain yang mudah kita temukan di rumah seperti yang sudah saya jelaskan di atas tadi dan tidak adanya gula memang akan mengurangi tingkat keparahan diare, jadi ini mitos ya Mams kalau dianggap sebagai obat diare tetapi tetap boleh diberikan ya, asal masih diberikan asupan yang lain agar nutrisinya tetap terpenuhi.

Bagaimana dengan larutan gula garam? Dulu pasti kita sering dengar kan kalau larutan gula-garam sama efektifnya dengan oralit, tetapi menurut dokter Andy, beberapa tahun terakhir  ini kemenkes tidak membuat kampanye pembuatan larutan gula garam untuk mengurangi resiko dehidrasi karena diare. Mengapa?? Karena banyaknya salah informasi mengenai takaran gula dan garam dalam larutan tersebut. Oleh karena itu maka lebih baik sekarang kita sedia oralit saja ya Mams dalam kotak P3K kita dan berikan ketika anak diare.

Bagaimana dengan larutan isotonik yang banyak dijual secara bebas? Bisa diberikan tetapi jangan terlalu banyak karena larutan isotonik mengandung banyak gula yang berarti akan semakin membuat diare semakin parah.

  • Tetap berikan nutrisi yang seimbang selama anak diare, karena selama diare biasanya nutrisinya berkurang sekitar 30%, maka dari itu cukupi asupan gizinya dengan tetap memberikan makanan padat seperti biasanya. Ada mitos yang salah kaprah bahwa ketika anak diare jangan diberi makanan sebanyak biasanya, memang dengan berkurangnya makanan yang masuk ke dalam tubuh maka jumlah  yang keluar juga semakin sedikit, harapannya diare bisa selesai dengan cepat, padahal dengan berkurangnya asupan yang masuk ke dalam tubuh maka ada resiko anak dapat kekurangan gizi dan kita pasti nggak mau kan anak kita kekurangan gizi ya Mams? Oleh karena itu tetap beri mereka makan seperti biasa.
  • Minum Zinc  yang biasanya diresepkan oleh dokter apabila diare yang diderita cukup parah, Zinc harus diminum selama min 10 hari berturut-turut tidak boleh putus, hal ini direkomendasikan dengan maksud agar anak mengurangi resiko menderita diare kembali setidaknya selama 3 bulan ke depan.
  • Obat penghenti diare? Untuk beberapa kasus yang sampai membuat penderita tidak dapat beraktivitas normal sama sekali, semisal beberapa menit sekali harus ke belakang maka pil atau obat penghenti diare boleh diberikan tetapi pemberiannya terbatas dan perhatikan ketentuan pada masing-masing obat

Nah begitulah kira-kira Mams ilmu atau informasi yang saya dapatkan dalam acara Indonesia Merdeka Diare tersebut. Bagaimana adakah tambahan ilmu yang didapat setelah membaca artikel ini? Oh ya, sempatkan juga untuk melihat video Prof Nutri ya Mams untuk mendapat informasi yang lebih lengkap lagi mengenai diare dan penanggulangannya.

 

Silahkan ditonton ya Mams, total ada 4 seri, jangan lupa dilihat semua ya…

Oke sebelum kita berpamitan saya pengen Mams berbagi pengalaman Mama dalam merawat anak-anak ketika mereka diare, ditunggu sharingnya di kolom komentar ya Mams..

Stay Ketje and Healthy Mams..

@annelesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook28Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

16 Comments

  1. Wah makasii tipsnya, aku biasanya kalau diare malah dibiarin ajaaa. Bahaya juga ternyata yaa. untung ada tips pencegahannya di sini. thanks for sharing kakk ^^

  2. Nah kalo ada ulasan begini kan jadi awas jama penyakit diare. takut juga sih kena bakteri dan virus berbahaya

    1. Alhamdulillah klo bermanfaat. Terima kasih telah mampir.. 😊

  3. lalu aku melonggo pas bacanya..

    1. Lho.. knp melongo Koh?

  4. iya jangankan anak anak yaa kak kalau kita aja kena diare rasanya aja sakit banget perutnya.

    jonjot usus itu maksudnya apa sih kak ?

    1. Iya skt bikin lemes.. g tega liat anak begitu. Jonjot usus itu lapisan dlm usus qta, kya serat2 handuk gitu

  5. Diare nggak bisa disepelekan banget. Beneran pernah ada teman terapi Ubii yang diare berkepanjangan sampai harus opname lama. Huhuhu.

  6. Lho Mbak Anne tinggal di Sby to? Malah komen domisili haha
    Btw diare emang penyakit yg katanya penyakit langganan anak, tapi emang ngeri ya mbak kalau salah penanganan. Kudu dicek betul apa yg jadi penyebabnya TFS

    1. Iya mbak.. rmh mamaku dkt rmh ibumu mbak.. ketintang.. klo rmhku sndri di rungkut. Tp aq skrg tggl di Pandaan.. 😊.. bener mbak klo diare salah penanganan bs berabe..

  7. Dampaknya ternyata serius jugaa ya tp banyak yg ngentengke masalah diare ini.

    1. Iya mbak, saya jg baru tau stlh dtg k acara ini.

  8. wah lengkap banget mbak infonya, thanks ya. kemarin aku malah kena diare nih, ga tahu karena makan apa

    1. Walah, malah kena diare sndri ya mbak. . Jgn lupa dipraktekan mbak cara penanganannya. Semoga lekas sembuh ya. .

  9. Super lengkaappp

    Makasih pencerahannya ya mba

    1. Sama2 mb nurul.. 😊

Leave a Reply

Required fields are marked*