Family, Social Issues

6 Hal Yang Perlu Mams Tahu Sebelum Memberi Angpao Lebaran

Masih inget nggak waktu kita kecil, apa yang kita tunggu-tunggu waktu lebaran? Baju baru? Iya, trus apalagi? Angpao Lebaran!! Yup, bener banget.. Di jaman sekarang ini Angpao Lebaran sudah jadi tradisi. Ada nggak yang sampe rela baris panjang untuk dapetin angpao dari nenek/kakek atau kerabat yang sudah sepuh lainnya?, ada juga sih cara-cara untuk dapetinnya dibuat lucu-lucu, ada yang pake tebak-tebakan dulu, ada yang disembur duitnya dan akhirnya pada berebutan mengambil.

Nah ketika kita dewasa masa iya kita masih aja nungguin dikasih angpao, sekarang giliran kita donk yang kasih angpao. Tapi sebelum Mams kasih angpao, kali aja ada yang kayak saya dulu pas pertama kali mau kasih angpao lebaran saya nggak tau ‘pasaran’ yang pantas untuk memberi, supaya ada gambaran yuk baca beberapa hasil survey kecil-kecilan saya yang saya lakukan di salah satu grup WA saya, Belajar Blogging dan teman-teman medsos saya yang lain ini, tapi, jangan lupa ini bukanlah suatu yang mutlak harus seperti yang tertulis di sini, sekali lagi disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing ya Mams..

Budgetkan

12,5 % responden mengatakan bahwa mereka tidak perlu membudgetkan angpao lebaran, mereka memberikannya se-ketemunya, seenak hatinya ingin memberi kepada siapa saja dan jumlah berapa aja. Sisa responden yang lainnya merasa mereka selalu membudgetkan akan mengeluarkan sejumlah berapa untuk angpao lebaran tersebut.

Untuk nominal yang mereka keluarkan berkisar antara 300 ribu sampai 2,5 juta. Seperti mbak Ike, pemilik blog www.ikeyuliastuti.com, setiap tahun dia membudgetkan angpao lebaran sekitar 1,5-2,5 juta rupiah, tahun 2017 ini hanya 1,5 juta rupiah karena pemasukan hanya dari suami, mbak Ike waktu kemarin masih blom bekerja kembali setelah melahirkan.

Siapa saja yang diberi?

Ada responden yang mengatakan bahwa mereka hanya memberi angpao lebaran kepada anak-anak kecil saja, anak-anak tersebut seperti keponakan, adik, adik sepupu, tetangga; tetapi ada (dan banyak) yang mengatakan bahwa mereka juga akan memberikan angpao pada keluarga atau kerabat yang mungkin sudah tua tetapi keadaannya tidak lebih beruntung dari kita seperti para janda-janda tua. Ada beberapa responden juga yang mengatakan mereka juga memberikan angpao kepada saudara-saudara yang mungkin sudah bukan anak-anak lagi tetapi belum bekerja.

Berapa nominal yang dikeluarkan untuk per orang-nya?

Semua responden menjawab nominal yang diberikan ternyata berbeda-beda, tergantung kedekatan emosional, hubungan keluarga, status sosial yang diberi, kesan yang ingin didapat dari si penerima.

Berdasarkan survey yang saya lakukan, dapat saya ringkas atau buat ‘contekan’ ketika Mams ingin memberi angpao lebaran

Anak tetangga: 5-10 ribu/anak

Keponakan / adik sepupu yang masih sekolah/kuliah: 20-100 ribu / anak

Keponakan / adik sepupu yang sudah lulus kuliah tapi belum bekerja: 50-100 ribu / orang

Saudara/kerabat yang sudah berusia lanjut/ janda-janda: 100-200 ribu / orang

Anak tetangga / saudara yang orang tuanya memiliki tingkat ekonomi tinggi: 50 – 100 ribu / anak

Waktu pemberian

Beberapa responden mengatakan bahwa mereka akan memberi angpao ketika si penerima datang berkunjung langsung ke rumah mereka terutama jika si penerima adalah kerabat jauh (anaknya sepupu misalnya), tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa jika masih ada budget maka dimanapun bertemu seseorang yang layak sebagai penerima, mereka akan memberinya.

Adil dalam memberi

Untuk responden yang sudah menikah hampir 100% mengatakan bahwa dalam membudgetkan angpao ini mereka akan memberi atau setidaknya berusaha memberi sama rata kepada keluarga pihak istri maupun pihak suami.

Jika budget sudah habis tetapi masih ada yang layak atau harus diberi tapi tidak masuk rencana, lalu bagaimana?

37, 5 % mengatakan mereka akan menggantinya dengan kado, bukan berupa uang, yang mana itu di luar budget mereka, ada pula yang mengatakan akan menggantinya dengan kado di lain waktu, membudgetkannya di bulan depan setelah lebaran. 12,5%nya mengatakan tidak memberi karena hanya mengeluarkan di luar apa yang dia budgetkan. Sisanya tetap memberi walaupun harus mengambil jatah budget / pos keuangan yang lain.

Nah, bagaimana dengan kamu Mams? Sharing-sharing donk tentang pemberian angpao lebaran ini.

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

4 Comments

  1. Wah, surveinya lengkap mams 😀

  2. Kalau saya Orangtua saya kasih kado lebaran, dari masa saya magang, kerja dan akhirnya menikah, mertua juga diberikan kado lebaran. Kadonya bisa sesuatu yang sedang mereka butuhkan, atau benda yang berhubungan dg lebaran😙

  3. Tahun ini aku nggak bagi-bagi angpau soanya masih tahapan peralihan. Biasanya sih cuman kasih ke anak-anak dengan nominal 10 rb

  4. sering nih ternyata ketemu dengan anak2 kecil yang diluar itungan angpao. karna tetep harus ngasih, ya akhire ambil pos lain. karena belum tentu abis lebaran bisa ketemu.

Leave a Reply

Required fields are marked*