Family, Uncategorized

Belanja di Instagram, Nay or Yay??

Halo Mams..

Seminggu ini saya productive sekali ya.. udah dua artikel yang saya buat, yang belum baca silahkan klik: Perhatikan Juga Penampilan si Papa  dan Belanja Hemat dan Cermat Plus Dapat Bonus Makin di Sayang Suami, Pakai Aplikasi Priceza Aja! masih ada 2 artikel lagi yang menunggu untuk ditulis, “Rajin amat Neng??”, hehe.. ini kalau nggak dibikin artikel kolaborasi ya saya bakalan malas-malasan nulis walaupun udah diplanning mau nyelesein beberapa artikel. Kalau kolaborasi kan ada teman yang juga mengerjakan artikel yang se-tema, ada deadline, kan nggak enak kalau udah janjian deadline kapan, temen udah jadi eh saya malah nggak nulis, nggak enak dan malu pastinya, wong saya juga yang ngajak kolaborasi.. hehe..

Ini kali pertama saya membuat artikel berkolaborasi dengan teman blogger lainnya, kali ini saya berkolaborasi dengan Mbak Ade dan Teh Lae, kita akan membahas “belanja di instagram itu nay apa yay?”, Ini pendapat Mbak Ade dan ini pendapat Teh Lae

Oke, langsung aja kalau gitu yaa..

Siapa para mama yang nggak punya akun instagram? Hampir semua orang punya ya.. Hampir lho, bukan semuanya karena beberapa teman saya ada yang nggak punya, jangankan mereka, suami aja nggak punya kok hehe..

Tahun berapa Mams punya akun instagram? Kalau saya sih bisa dibilang telat banget punya instagram, yaitu tahun 2014, jiah.. kemana aja buk.. hehe.. Kenapa nggak punya? Karena waktu itu saya cuma pakai handphone Blackberry dan memory hapenya dah penuh banget buat install aplikasi baru, jadinya nggak install deh.

Sampai akhirnya si kakak ipar dan beberapa teman menyarankan saya untuk punya akun instagram supaya saya makin laris dagangannya? Oh ya, just FYI, saya sejak 2010 sudah berdagang online lho, apa aja saya jual , mulai dari sprei, baju, sepatu, pokoknya apa aja deh yang bisa dijual kecuali jual diri ya.. hehe..  Oke balik lagi, kenapa bisa makin laris dagangannya?

Sebelumnya saya jelasin dulu apa itu instagram ya, kali-kali aja ada yang belum tahu, masuk ke blog saya jadi nambah pengetahuan..hehe.. Instagram adalah aplikasi berbagi foto dan video pendek, yang memiliki fitur editing sederhana, yang kemudian bisa dibagikan langsung di instagram itu sendiri atau beberapa aplikasi media sosial lainnya. Jadi di instagram itu kalau dibuka ya kebanyakan isinya foto dan video, ada tulisannya sih, tapi itu di caption masing-masing foto, jadi awal buka langsung di sambut dengan rentetan foto-foto dan video pendek dari akun yang kita follow (ikuti). Sekarang instagram juga fitur live yang mereka sebut insta story tapi saya nggak akan bahas itu ya.. hehe..

Oke bahas “Kenapa bisa laris dagangannya?”, jawabannya adalah.. karena pada waktu itu memang lagi booming-boomingnya orang berjualan di instagram, sejak 2013 sih lebih tepatnya. Banyak orang Indonesia yang menggunakan platform Instagram untuk berjualan, mungkin platform ini lebih ‘menarik’ seseorang untuk berbelanja atau setidaknya ‘window shopping’ agar tertarik dengan produk-produk yang kita jual karena tampilannya yang sederhana, foto-foto saja, tanpa banyak tulisan (kalau tidak klik satu-satu fotonya dan liat captionnya ya Mams).

Instagram ini juga yang mengisi kekurangan platform dagangan lewat Blackberry yang sudah booming sebelumnya, karena blackberry hanya mampu memuat gambar sedikit untuk tiap grup yang dibuat, jadi jika stock masih ada dan datang stock baru maka yang lama dan masih ada itu akan menghilang, sayang banget kan.. kekurangan lain dari berjualan melalui blackberry adalah hanya berjualan pada orang yang itu-itu saja, sedangkan di instagram kita bisa menjangkau banyak calon pembeli dengan menggunakan Hashtag atau simbol “#” sesuai dengan barang yang kita jual, misalnnya berjualan bajugrosir, kita sebagai penjual dapat menggunakan “#jualbajugrosir”, jadi ketika ada yang mencari dengan hashtag yang sama, foto dari produk yang kita jual dan memakai hashtag tersebut akan muncul di layar instagram si pencari, jika cocok maka mereka akan membeli produk kita.

Gitu Mams, sedikit penjelasan kenapa Instagram (atau banyak yang menyingkat menjadi IG) menjadi platform yang sering digunakan untuk berdagang sampai sekarang.

Karena alasan itulah saya akhirnya bikin akun IG dan setelah punya tablet juga sih, hehe..

Saya sebenernya bukan hanya berjualan di IG tetapi saya juga suka berbelanja di IG, kalau sudah buka IG duh saya bisa lama banget mematut tablet  saya (sekarang udah ganti lagi ke smartphone yang lebih compact), karena di IG saya sering nemuin barang-barang lucu dan unik-unik, baik itu fashion apparels, kosmetik, furniture-home decor,  sampai makanan dan minuman. Saya tertarik karena para penjualnya juga keren-keren dalam memoto produk mereka, instagenic istilahnya..

Nah, udah ketauan donk ya kalau saya lebih ke “Yay”?? Punya akun untuk jualan dan untuk belanja juga (akun pribadi). Jawabannya iya sih..hehe.. Tapi bisa juga jadi Nay lho Mams, ada beberapa alasannya, apa aja itu? Simak yuk

“Nay” kalau:

  1. Akunnya baru dibuka, kurang dari 6 bulan. Ini bisa dilihat dari foto pertamanya Mams, scroll aja ke bawah dan lihat keterangan kapan foto produk yang diunggah itu diunggah berapa waktu yang lalu, kalau kurang dari 6 bulan saya bakal pikir-pikir lagi.
  2. No testimonial at all. Menurut saya, kalau berjualan itu harus punya testimoni dari pelanggannya. Mau cuma dikit nggak apa-apa, paling nggak adalah beberapa.. Terutama kalau produk kosmetik, karena kalau produknya abal-abal duh bisa ancur ni muka.. Nah gimana kalau dia baru buka? Nggak punya pelanggan donk, ya harus berbesar hati cari barang yang sama dari olshop lain.
  3. Nemuin lebih dari 5  komentar negatif tentang produk dan pelayanan olshop dari para pelanggan, memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi kita tetap harus berhati-hati donk, nggak mau uang yang susah payah kita dapat itu diberikan cuma-cuma ke penjual atau olshop abal-abal yang nggak ada tanggung jawabnya atau dapat barang yang palsu / jelek kualitasnya seperti komen negatif tersebut.
  4. Penjual tidak responsif. Kadang memang ada sih yang kasih keterangan jangan bertanya di IG, langsung kontak WA atau Line, tetapi setelah dikontak masih tidak direspon dengan cepat, cepat di sini bukan itungan menit ya, ya paling tidak sejam-dua jam sampe sehari saya masih maulah nunggu, kalau baru di bales 3 hari lagi ya saya biasanya langsung pindah cari olshop yang lain (kecuali kalau cuma dia aja ya yang jual barang itu, hehe..)
  5. Penjual nggak mau jawab pertanyaan terkait produk, tetapi dengan catatan yang ditanyain yang belom dijelasin di caption foto atau di foto-foto lain dalam olshop itu ya. Saya kan juga penjual kadang sebel juga sih kalau ada yang nanya-nanya yang udah dijelasin di caption atau ada foto yang jelasin tentang itu.
  6. Nggak ada foto barang asli sama sekali, keliatan banget kan Mams mana foto yang asli yang difoto sendiri dari seller atau itu cuma comot dari foto produsennya langsung (kalau kosmetik biasanya foto dari iklan-iklan), nggak harus semua produk ada foto aslinya sih, tapi kalau bisa pilih olshop yang banyak foto barang aslinya daripada foto dari produsen atau distributor
  7. Pemilik olshop nggak pernah nampang wajahnya sama sekali. Ini penting banget menurut saya, apalagi kalau dia jualan kosmetik ya. Ketika orang berani memampang wajahnya di medsos berarti mereka sudah siap untuk bertanggung jawab atas apa yang diunggahnya di medsos tersebut. Jadi semacam ‘garansi’ kalau yang dijual itu bukan abal-abal. Malu juga kan kalau ada yang jual barang abal-abal trus fotonya diambil dan dipajang di mana-mana.

Nah itu aja sih Mams, kalau aku nemuin 4-5 kriteria Nay di atas pada sebuah olshop di IG pasti deh saya langsung ngibrit, nggak pernah follow-follow lagi tuh akun, apalagi beli. Nay..nay.. hehe..

Kalau kamu Mams? Nay atau Yay? Bagi pengalamannya yaa..

Oh ya boleh donk sedikit ngiklanin olshop saya yang ada di IG, bagi yang tertarik dengan tas, dompet dan sepatu dari kulit asli, terutama kulit ular dan biawak bisa mampir ke olshop saya @arianne_van_java

Trus saya juga ada rekomendasi buat yang suka belanja baju-baju murah tetapi tetap berkualitas, yang masih bisa dijual lagi bisa mampir ke olshop di sana baju-bajunya up to date, ada baju-baju kasual, baju muslim, gamis dan hijab yang semuanya bagus dan kekinian, pokoknya fashion item yang lagi ngetrend insyallah di sana ada, pelayanannya cepat dan ramah, harganya murah-harga grosir dan tidak akan pernah menemukan alasan ‘Nay’ lagi untuk tidak berbelanja di sana. Yuk cus langsung ke @grosirecermurah ya..

So.. lets shopping through Instagram Mams

Love,

Anne Lesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook4Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

3 Comments

  1. Nomor 7 jarang kepikiran tapi bener juga. Bukan karena kepo gak jelas, cuma sekedar ingin tahu aja. Apalagi kalau produk yang dijual kosmetik atau pakaian. Seenggaknya foto owner pakai produk yg dia jual ada. Kalau pemalu juga bisa tampak samping kali….hehehe

  2. Ah iya semua poin itu emang nyebelin. Tapi poin nomor 6 kayaknya emang masih banyak yang ga pake foto sendiri. Mungkin krn foto produsennya lebih bagus juga 😀

    1. Hihi iya.. makanya skrg bnyk kursus fotografi utk pemilik bisnis online ya mbak.. 😊

Leave a Reply

Required fields are marked*