Family, Social Issues

Alasan Mama Harus Punya Penghasilan Sendiri (Sponsored Post)

A post shared by Lifestyle Blogger n Vlogger (@annelesmana) on

Mams, inilah alasan-alasan kenapa kamu harus punya penghasilan sendiri

Hai Mams, apa kabar?
Era modern sekarang ini para pencari nafkah tidak hanya didominasi para pria, memang pencari nafkah utama adalah para suami alias pria, tetapi seiring berkembangnya zaman dan tuntutan hidup maka banyak wanita yang membantu untuk mencari nafkah, tapi apakah hanya karena alasan itu saja seorang wanita/istri turut mencari nafkah dan memiliki penghasilan sendiri.
Berikut di bawah ini adalah opini pribadi saya mengapa wanita perlu memiliki penghasilan sendiri selain alasan di atas tadi ya tentunya

Mengaktualisasikan diri
Setiap manusia pasti diberi bakat atau potensi tertentu dari Tuhan YMK, bakat yang kita miliki akan sia-sia jika tidak kita asah atau kita pergunakan dengan sebaik-baiknya, jika bakat kita tersebut dapat membawa pundi-pundi uang dan rasa puas dan bangga dengan apa yang bisa kita hasilkan (bukan sekedar materi)

Memenuhi keinginan pribadi tanpa mengganggu keuangan keluarga
Nafkah yang diberikan suami sudah pasti untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga, mulai dari pangan, sandang dan papan, tetapi namanya wanita, walaupun sudah dicukupi terkadang keinginannya lebih dari yang diberi suami, kalau sudah begitu wanita harus putar otak gimana bisa beli barang-barang yang diinginkan tanpa mengganggu rencana keuangan keluarga. Nah maka dari itu memiliki penghasilan sendiri bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tadi tanpa ada rasa bersalah lagi.

Menunjukkan bakti pada orang tua
Tidak ada orang tua yang sengaja menggadaikan cintanya agar nanti ditebus dengan rasa bakti anaknya, tetapi sebagai anak kita wajib tahu berterima kasih dan membalas cinta mereka kepada kita, tidak selalu dengan materi, tetapi materi memang bisa membuat seseorang merasa dicintai dan bahagia walaupun tidak selalu. Misalnya sebuah kado kecil di ulang tahun orang tua kita atau sampai cita-cita memberangkatkan kedua orang tua kandung kita ke tanah suci. Mungkin suami kita juga sangat peduli dengan kedua orang tua kita tetapi suami juga punya orang tua yang harus diperhatikan, jadi perhatian secara materiil biasanya akan diberikan secara bergantian dan tak sedikit juga istri yang sungkan untuk mengambil sebagian uang keluarga untuk sekedar menunjukkan sedikit baktinya kepada orang tua, dengan memiliki penghasilan sendiri maka wanita tidak perlu sungkan-sungkan lagi memberikan uangnya kepada orang tuanya, di situ akan timbul rasa berarti dan puas karena dapat menunjukkan baktinya kepada orang tua yang sudah membesarkan dan menyekolahkannya.

Siap menghadapi hal terburuk
Siapa yang tau nasib kita esok hari? Tak ada seorangpun yang tau, bisa jadi besok perusahaan suami menjadi bangkrut, dipecat dari kantor , mengalami kecelakaan atau sakit yang cukup parah sehingga tidak bisa bekerja secara normal atau keadaan paling parah suami meninggal dunia. Apapun bisa terjadi esok hari, jika kita tidak siap akan hal tersebut, hanya mengandalkan suami saja bagaimana dengan nasib kita dan anak-anak kita nantinya? Dengan terbiasa mencari penghasilan sendiri maka secara tidak langsung akan menguatkan mental kita jika ada kejadian-kejadian seperti di atas tadi, dan diharapkan dari penghasilan yang kita hasil sendiri tersebut tetap kita tabung sebagian untuk menghadapi hal-hal semacam tersebut.

Harga diri sebagai istri.
Suami yang baik adalah suami yang selalu menghargai istrinya bagaimanapun kondisi istrinya, baik yang bekerja-yang bisa memiliki penghasilan sendiri maupun yang tidak. Tetapi dengan bisa memiliki penghasilan sendiri, turut andil membantu perekonomian keluarga, suami mana yang tidak berterima kasih dan bangga atas semua itu? Apalagi jika kodrat kita sebagai wanita, ibu dan istri tetap berjalan seimbang? Kita akan bernilai lebih di mata suami. Suami juga tidak bisa menganggap kita sebelah mata lagi, wanita yang bisa memiliki penghasilan sendiri biasanya sudah ditempa menjadi wanita mandiri dan percaya diri, ada aura berbeda ketika seorang suami melihat istrinya seperti itu, akhirnya suami juga berpikir bahwa dia sangat beruntung memiliki istri seperti kita dan tidak akan berpindah ke lain hati, kalaupun suami yang berpindah ke lain hati, seperti poin ke-4 (hal-hal yang tidak diinginkan) kitapun lebih siap dan kuat setidaknya dari segi materi, tidak sedikit wanita yang mau dimadu karena sangat dependen secara finansial kepada suami, tidak percaya diri dapat memenuhi kebutuhan hidupnya atau sudah merasa nyaman dengan berleha-leha saja sudah terpenuhi semua kebutuhannya tidak peduli lagi tentang harga dirinya. Tetapi saya juga mau mengingatkan bahwa pria adalah makhluk dengan ego yang sangat besar, jangan sampai usaha kita untuk membantu perekonomian keluarga, menyenangkan diri sendiri tanpa menambah beban suami malah menyakiti egonya, seperti jabatan yang lebih tinggi dari suami, pendapatan yang lebih tinggi dari suami, lebih sok sibuk urusan pekerjaan daripada suami, ah memang jadi wanita itu tidak gampang..tapi bukannya tidak bisa, kuncinya komunikasi 

Nah, bagaimana Mams? Apakah setuju dengan pendapat saya di atas? Atau mungkin mau menambah beberapa alasan lain?
Apakah ada dari para mama di sini yang sebenarnya pengen banget memiliki penghasilan sendiri? Kali ini saya juga memberikan salah satu cara bagi mama-mama yang ingin memiliki penghasilan di atas, apapun alasan mams bisa terwujud dengan bergabung bersama oriflame, apalagi mengingat Oriflame memiliki promo yang sangat menarik di bulan Februari yaitu besarnya uang keanggotaan hanya sebesar 9.900 rupiah saja!


Dengan banyak manfaat mulai dari memiliki penghasilan sendiri, jenjang karir yang bagus, jaringan dan mentoring yang bagus untuk bekal hidup kita, liburan dan jalan-jalan ke luar negeri, barang-barang yang diimpi-impikan semua wanita mulai dari kosmetik, perlengkapan dapur, barang elektronik, gadget sampai mobil mewah. Gimana? Tertarik mams? Bagi yang tertarik bisa menghubungi teman saya yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia per-oriflamean ini, pertanyaan lebih lanjut bisa ditanyakan padanya.
Nama: Kristin Yuliana
FB: Kristin Prawira
IG: @granie_olshop
WA: 085646026454

Selamat mencari penghasilan sendiri Mams, semoga sukses.. 

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

16 Comments

  1. Setujuuuuu, terutama poin yg bahagiain ortu itu ya mbak. Kan gak enak kalau kasi duit dr gaji suami.
    Alhamdulillah ya meski “cuma” IRT tapi bisa menghasilkan 😀

  2. Tis dong mba namanya house wide juga harus mandiri secara finansial

    1. Iya, betul bgt ya mbak..

  3. Setuju donk. Apalagi jaman sekarang kalau bisa memang wanita bisa memiliki penghasilan sendiri ya. Jangan sampai hanya mengandalkan pemasukan dr suami

  4. Setuju, punya penghasilan sendiri enak mau beli ini itu hehe

    1. Yup! Bnr bgt mbak.. Pasti doyan blanja ni sih mbal dedew.. Toss dlu deh.. Hehe..

  5. betul bgt, aktualisasi dan memiliki penghasilan diluar keuangan keluarga itu merupakan sesuatu bgt yg terkadang dimata suami bisa bernilai. Tapi beberapa rmh tangga juga bs jadi bumerang kalau kita salah memposisikan kita sebagai wanita yang mandiri.. (apalagi tipikal suami yg suka istrinya independen) Bagaimanapun suami “do his work for his family” jadi kalau istri bs menempatkan diri jadi berharga lebih:-)

    Tak menutup kemungkinan yg tdk berpenghasilan jg bisa jadi istimewa bagi suami krn dinilai mengabdikan diri untuk membesarkan anak anak dg maksimal dan mengurus suami:-)

    Itulah kenapa pekerjaan istri menurut saya, adalah karya. Gabung Oriflame yuk berkarya dan membangun relasi:-D

    1. Hehe.. Iya Mel.. Waduh makasih lho malah disupport ni sponsornya.. Hehe..

  6. Setuju sama semua poinnya, Mba Anne, esp siap pada kemungkinan terburuk (huhuhu), aktualisasi diri, dan meningkatkan level keren di mata suami *halah* hahaha. Sekarang banyak banget cara untuk punya penghasilan yg bisa disesuaikan sama waktu dan mobilitas para mama sih ya. So many options tinggal pilih yg kita minat dan mampu. Anyway, menjawab pertanyaan mba Anne di blogku ttg ilustrasi. Itu aku ngga bikin sendiri, mba. Itu order sama Mevlied Nahla. Hehehe.

    1. Level keren di mata suami.. Hehe.. Iya mbak, bnr bgt! Oh itu pesen toh.. Lucu jg ya klo dikasih begitu.. Hehe..

  7. “Kita akan bernilai lebih di mata suami”
    Seperti Berlian kan?
    hehehe

  8. Wah, aku setuju sama semua poin di atas. Walaupun aku belum nikah dan punya anak sih, hehe. Tapi jadi ibu rumah tangga yang berpenghasilan (karena alasan-alasan diatas)juga salah satu cita-cita aku, Insha’Allah. Muehehe~

    1. Aku doain cita2nya tercapai ya mbak.. amin..

  9. Benar juga ya, supaya bisa mengaktualisasi diri 😀

Leave a Reply

Required fields are marked*