Beauty

6 Ritual Setelah Datang Bulan versi Mamaketje.com

Setiap orang punya kebiasaan-kebiasaan tertentu dalam menyikapi suatu hal. Datang bulan adalah fenomena yang dialami sebulan sekali oleh para wanita pada umunya. Datang bulan pada sebagian budaya merupakan sesuatu yang sakral, harus diperlakukan dengan ritual-ritual tertentu, tak jarang banyak beredar mitos-mitos seputar datang bulan yang mengakibatkan seseorang berperilaku atau melakukan sesuatu ketika datang bulan, sebelum maupun sesudahnya.

Kali ini saya akan membahas mengenai ritual yang biasa saya lakukan setelah datang bulan tetapi hal ini hanyalah kebiasaan yang diturunkan atau diajarkan oleh mama saya, ada sih yang memang tuntunan agama tapi lainnya setahu saya karena saya diajarkan seperti itu oleh orang tua saya jadi saya lakukan terlepas mungkin ini terpengaruh oleh perkembangan jaman atau mitos-mitos tertentu.

Oke, langsung aja yuk kita bahas satu persatu urutan ritual saya

Mandi Besar

Sesuai tuntunan agama saya, setiap wanita yang telah datang bulan diwajibkan mandi besar, maka saya mandi besar setelah saya rasa sudah benar-benar bersih dari darah haid atau menstruasi, saya akan melakukan keramas dengan menggunakan shampo.

Creambath

Setelah mandi besar tadi, karena sudah keramas saya langsung melakukan creambath. Untuk ritual-ritual setelah mandi besar biasanya saya menggunakan bantuan orang lain seperti asisten rumah tangga maupun tukang pijat panggilan. Creambath ini bermanfaat agar rambut kita yang hampir satu minggu tidak dikeramas itu (ada beberapa mitos bahwa ketika datang bulan rambut tidak boleh dikeramas) dan hasilnya rambut bisa menjadi lembut, bersih dan indah kembali. Selain rambut, creambath juga biasanya bermanfaat untuk melancarkan pembuluh darah disekitar leher dan bahu karena pada saat me-creambath biasanya otot-otot leher dan bahu juga ikut dipijat, badan juga akan terasa semakin rileks. Setelah di-creambath biasanya saya akan langsung membungkus rambut dengan handuk dan segera berganti ke ritual selanjutnya.

Facial

Setelah saya menutup rambut dengan handuk, saya mengambil posisi tidur tengadah, bersiap-siap untuk difacial (ini dengan asumsi ada yang membantu saya atau ada terapis ya). Langkah facial saya: membersihkan wajah dengan facial foam, kemudian setelah dibilas air bersih dengan sponge/kapas yang sudah dibasahi air kemudia wajah dibersihkan dengan menggunakan milk cleanser, setelah milk cleanser jangan lupa basuh lagi dengan sponge/kapas yang sudah dibasahi. Setelah itu gunakan peeling. Peeling ini ternyata ada bermacam-macam jenis dan cara penggunaannya, setahu saya so far ada 2 jenis, jenis pertama seperti facial scrub, dioleskan ke wajah lalu akan terasa butiran-butiran kasar, kemudian wajah diusap-usap rata sampai butirannya mulai mengumpul dan biasanya jika wajah kita masih kotor maka butiran-butiran tersebut berubah warna gak kecoklatan, tanda kotoran wajah kita terangkat, setelah itu basuh dengan sponge/kapas yang sudah dibasahi air. Jenis peeling yang kedua biasanya teksturnya mirip pasta gigi, dioleskan merata pada wajah, lama-kelamaan pastanya tadi akan sedikit mengering, nah pada saat sedikit mengering itulah mulai kita gosok-gosokkan tangan kita kewajah (menurut saya cara kerjanya mirip lulur jawa) sampai peelingnya tadi menggulung seperti gulungan daki, bersihkan dari wajah, bilas dengan sponge/kapas yang sudah dibasahi air.

 

Setelah dibilas biasanya wajah kita terasa lembut dan halus, kemudian kita lanjutkan dengan penggunaan massage cream, wajah kita akan dipijat dengan teknik tertentu untuk melancarkan peredaran darah di bagian wajah, melemaskan otot-otot yang kaku pada wajah sehingga wajah menjadi rileks, terkadang juga disertai totok wajah dan pijat bagian punggung, tetapi karena saya melakukannya di rumah jadi terapisnya tidak bisa memijat punggung dengan posisi badan tengadah, perlu skill khusus untuk ini, padahal saya suka banget kalau pas dipijat punggung begitu, seperti ditarik dari arah bawah ke atas, uenak deh pokoknya, susah dijelaskan dengan kata-kata, hehe..

Nah setelah dimassage maka langkah selanjutnya adalah dimasker, masker ini sangat bermacam-macam jenis dan penggunaannya, beberapa yang saya tahu adalah masker yang berbentuk bubuk yang pemakaiannya diberi air sampai berbentuk menyerupai pasta lalu dioleskan diwajah, ditunggu sampai mengering di wajah kemudian dibilas dengan sponge yang dibasahi dengan air hangat; masker yang sudah berbentuk pasta, lebih praktis tinggal oles diwajah, tunggu kering dan bilas seperti yang sebelumnya; masker yang bentuknya seperti tisu basah, biasanya dijual per sachet, tinggal dibuka kemasannya lalu letakkan diwajah sesuai dengan bentuknya tunggu beberapa menit dan selesai, tidak perlu dibilas, jika tisu maskernya masih basah saya akan tunggu lebih lama lagi daripada waktu yang disarankan, tetapi jika dirasa cukup dan masih cukup basah tisunya maka akan saya oleskan ke bagian tubuh yang lain, dibuang sayang..hehe.. dasar emak-emak, oh ya biasanya saya selalu menyimpan masker jenis seperti yang terakhir ini dikulkas jadi ada sensasi adem-adem gimana gitu, seger di wajah

Nah kalau akhir-akhir ini saya suka banget produk perawatan kulit dari wardah, ada produk perawatan untuk facialnya juga lho mulai dari facial foam, milk cleanser, peeling, massage cream dan masker, lengkap deh.. Hasilnya juga memuaskan, wajah langsung berasa enteng, bersih dan halus. Saya suka order di olshop langganan saya yang bisa dicari di Instagram, namanya: @elkarima_studio, atau bisa mampir ke blognya yang suka bahas beberapa produk kecantikan dan artikel seru lainnya di www.elkarima.com

Pijat

Sebenarnya ketika menunggu masker itu kering atau sudah sampai batas waktu saran pemakaian biasanya saya langsung lanjutkan dengan pijat, dimulai dari bagian depan tubuh. Pijat ini bisa sekalian kita lakukan dengan scrubbing tubuh, bisa pilih cream yang sudah ada scrubnya sekalian, kalau habis menstruasi biasanya saya pakai yang ada scrubnya tapi kalau hari-hari biasa dan pengen pijat saya biasanya pakai body butter atau minyak untuk massage. Setelah bagian depan selesai dipijat, masker dibersihkan akhirnya bagian belakang dipijat juga, saya paling suka dipijat bagian punggung, kalau mama ketje yang lain suka dipijat bagian yang mana mam?

Ratus

Sebenarnya ketika dipijat tadi, jika terapisnya punya keahlian pijat area intim biasanya saya minta untuk dipijat juga, mungkin bagi yang belum pernah rasanya akan sedikit (atau banyak ) geli, ada beberapa titik dekat area intim yang akan ditekan untuk beberapa saat, area sekitar pantat juga akan dipijat, ditekan beberapa saat. Nah setelah pijat area intim biasanya saya akan diratus. Kalau ratus dirumah saya memang punya tempat untuk membakarratus, tempatnya dari gerabah, jadi bakar ratus lalu taruh di atasnya, lalu taruh kursi yang ada lubangnya di atas gerabah tersebut, lalu kita duduk, supaya asapnya nggak kemana-mana saya duduk sambil pakai sarung, sarungnya sekalian nutupin kursinya supaya asapnya bisa kumpul, nggak kemana-mana dan bisa bikin harum dan bersih maksimal area intim. Oh ya, setelah ratus malamnya jangan ‘dipakai’ dulu ya, hehe.. saya kurang tahu kenapa nggak boleh tetapi dari beberapa terapis yang pernah ngajarin ratus bilangnya sih begitu, mungkin ada penjelasan ilmiahnya, nanti saya tambahin deh kalau dah nemu yaa..

Mandi

Setelah sekitar 30 menit – 1 jam selesai pijat dan ratus saya mandi lagi, kali ini mandinya agak beda, saya mandinya pakai air hangat yang saya kasih segenggam garam (kalau ada garam aromatherapy lebih bagus) trus mandi deh dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Selesai

Para mama ketje lainnya gimana nih? Apa ada ritual khusus juga setelah menstruasi? Sharing donk..

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

3 Comments

  1. Wah.. kumplit banget, Mam, ritualnya.. 😊 bisa ditiru nih.. 😉

    Eniwei.. kalo habis pake ratus ada larangan kaya gitu ya..??
    Wah.. baru tau aku..

    Makasih yaa uda towel2 aku di blognya ini… ketje, deh! 😙

  2. Aku penasaran ratusnya mbak,,boleh donk di aplod ke instagram

Leave a Reply

Required fields are marked*