Family, Traveling

Trip 3 Hari 2 Malam Bersama 2 Batita – Taman Safari Cisarua Bogor Hari Kedua

Oke, setelah mojok semalaman, ini lanjutannya ya Mams..

Saya bangun pukul 04.30 bersamaan dengan waktu Evlan bangun. Malam sebelumnya terpaksa Quinn tidur bersama emak bibik setelah sempat saya keloni sebentar sampai tidur, karena lebar kasur utama tidak memungkinkan.

Saya dan Evlan bangun, Bibik dan Quinn juga ikutan bangun, beberapa menit kemudian kami sudah keluar caravan untuk berjalan-jalan di sekitar situ dan berfoto-foto ria, Bapaknya masih melanjutkan tidur setelah tadi sempat minta pijitin punggungnya.

Quinn baru bangun tidur
Quinn baru bangun tidur
pada bau acem semua, foto-foto dulu donk..
pada bau acem semua, foto-foto dulu donk..

Jam 8 kami pergi sarapan, sarapannya lumayan enak, saya ambil yang standart sih nasi goreng, bihun dan sayur, Bibik dan Quinn makan bubur ayam, Quinn ekstra sereal coco crunch, Bapaknya juga ambil menu yang sama seperti saya, oh ya, saya sengaja tambah soto mie Bogor, pertama makan itu sih, rasanya lumayan.

Setelah sarapan kami packing, setelah semua barang-barang masuk, termasuk compliment yang ada di kulkas (saya sering lupa bawa compliment hotel, baca: review hotel Tjokro Style ini  ) kami foto-foto dulu donk di sekitar caravan kami.

Kami sekeluarga di depan caravan lodge
Kami sekeluarga di depan caravan lodge
kami berfoto di depan teras caravan
kami berfoto di depan teras caravan

Puas narsis-narsisan kami langsung menuju gerbang ticket seperti kemarin, kemarin sudah diberi tahu petugas resepsionis bahwa sobekan ticket jangan dibuang jika besok masih ingin kembali ke wahana. Cuma sayangnya ticket mobilnya sudah keburu kebuang sepertinya, akhirnya kami membayar lagi 15.000 padahal kalau masih ada kita tidak perlu bayar lagi, jadi diingat-ingat ya Mams, semua ticket-ticket itu harus disimpan jika masih ingin bermain lagi di wahana keesokan harinya.

Sepemahaman kami dan menurut penjelasan resepsionis hotel, kami hanya bisa kembali ke wahana permainan saja pada hari ke-2. Tapi waktu pemeriksaan ticket kami tidak diarahkan ke wahana bermain, kami dibiarkan memilih sendiri, kami juga tidak bertanya, suami agak nakal jadi dia memutuskan kembali ke wahana safari kembali seperti kemarin karena kemarin kurang puas lihat hewan-hewan itu, waktu kemarin kan hujan. Yay.. balik lagi!! bisa lihat hewan-hewan dengan lebih jelas..  Jadi kalau Anda berencana menginap di safari lodge mungkin bisa coba cara kami ini, tapi resiko ditanggung sendiri ya..hehe..

Kali ini hewan-hewannya masih pada bersemangat, banyak sekali yang berjalan-jalan di tengah jalan. Untung masih ada beberapa sisa wortel, karena tidak hujan maka dari awal masuk kawasan safari saya sudah membuka jendela, bersiap-siap memberi makan para hewan, tapi sayangnya Quinn tetap saja nggak berani kasih makan hewan-hewan itu.

Waktu di kawasan Jerapah kita ngeliat ada jerapah yang pacaran, pacaran lho ya, bukan kawin.. please.. ini beda! *habis itu ngikik-ngikik* Gimana cara pacarannya? Mereka saling menggesek-gesekkan leher hingga bagian wajah ke satu sama lain. Bapaknya Quinn keceplosan bilang “Eh itu Jerapahnya pacaran”, karena kami mau menghindari kata macam itu akhirnya kami ganti “Oo bukan, itu Jerapahnya lagi sayang-sayangan” eh si Quinn malah bilang “Iya, itu jerapahnya kayak Bapak sama Mama…. *hening sekejap, saling memandang ke suami,*….yang itu kayak aku sama adek Evlan”, duh leganya.. hahaha.. dasar pikiran ortu-nya jorok.. Saya dan suami (mungkin ya) langsung ingat kalau Quinn sering ‘mengumpamakan’ ortunya, dia dan adeknya seperti binatang, misalnya dia pernah bilang “Bapak itu Gajah”,

 trus saya tanya “Kenapa kok Bapak Gajah?”,

“Iya, bapak kan badannya besar kayak Gajah”

Jadi dia mengasosiasikan besarnya badan si Bapak dengan Gajah..hahaha..

Trus pernah dia bilang

“Bapak itu Jerapah ya Ma?”

“Kenapa?”

“Iya, Jerapah kan tinggi, Bapak juga tinggi”

“Ooo..Ya..ya..kok pinter kamu”, jadi mungkin dia ingat percakapan kita yang ini. FYI tinggi badan suami saya sekitar 183 cm, cuma kalau Bapaknya dibilang Gajah itu saya yang rada bingung, memang tinggi seperti Gajah tapi tak segemuk gajah sih, apa di mata Quinn Bapaknya sangat buesar ya??

ini ni foto jerapah yang lagi pacaran, eh sayang-sayangan dink.. keliatan nggak?
ini ni foto jerapah yang lagi pacaran, eh sayang-sayangan dink.. keliatan nggak?

Ada lagi yang bikin lebih bingung, pernah juga lho dia bilang “Bapak itu kayak buaya ya Ma” waktu ditanya kenapa eh dia nggak jawab, malah dia bilang “Buaya darat, hidupnya di darat, kayak kata Ella-Ello (film animasi di channel youtube) itu lho”, saya nggak ngerti persis gimana kata-kata di film animasi itu tapi saya langsung bilang “Ooo gitu..berarti Bapak itu sayang sama anak-anaknya dan Mama, karena buaya itu sayang sama anak-anak dan istrinya”, ini sebenarnya nenangin diri sendiri sih, hahaha.. masa’ anak sendiri bilang Bapaknya Buaya darat *naudzubillah* *ketok meja tiga kali* Eh betewe udah pada tau kan kalau buaya itu binatang monogami? *kekeuh menenangkan diri sendiri*

Selesai mengitari kawasan safari sekali lagi, kami langsung ke wahana permainan, nggak sengaja waktu lagi cari parkir kita malah lihat ada pertunjukkan Gajah akan segera dimulai, akhirnya kami memutuskan untuk melihat dulu sebelum mengajak Quinn bermain, lagipula Quinn memang senang dengan Gajah.

Kami langsung mengambil tempat duduk yang paling depan karena pada saat itu memang masih sepi pengunjung. Pas lagi nungguin pertunjukkannya dimulai, biasa mata keliling kemana-mana, eh kok pandangan tertuju pada sosok yang familiar, hmm..akhirnya ketemu artis juga, ada keluarga Artika Sari Devi dan Baim yang lagi liburan juga, niatnya habis pertunjukkan langsung minta foto, tapi karena malu dan orangnya udah ngilang duluan akhirnya nggak jadi deh. *udik banget sih loe Ne!*

Pertunjukkan Gajah ini yang menurut saya paling menghibur, kenapa bisa begitu? Gajahnya main drama, ternyata Gajah bisa dilatih untuk acting juga ya. Jadi begini, pertunjukkan ini menampilkan drama antara gajah dan manusia dengan cerita mengenai perseteruan manusia dan gajah karena manusia menginvasi habitat mereka. Ada banyak adegan lucu yang dilakukan oleh gajah, beberapa di antaranya ketika si gajah meminum racun yang disiapkan oleh manusia *mirip kasus kopi Jessica jadinya*, gajahnya bisa pura-pura terjatuh dan mati, lalu saat ditembak pemburu dan terkena kakinya, gajahnya bisa acting seolah-olah dia pincang dengan cara mengangkat sedikit salah satu kakinya, duh pokoknya lucu deh, nanti kalau ke taman safari bogor jangan lewatkan pertunjukkan yang satu ini ya.

Setelah drama selese ada seorang narator yang menjelaskan kembali mengenai drama tersebut sekaligus mengingatkan pesan yang ingin disampaikan pihak taman safari kepada para pengunjung mengenai sikap kita sebagai manusia untuk turut serta menjaga kelestarian gajah sumatra. Mbak narator tiba-tiba turun dari panggung dan berjalan menuju tempat duduk saya, tidak disangka saya disodori pertanyaan berkaitan tentang pelestarian gajah tersebut, “Waduh, kok saya”, ditodong pertanyaan seperti itu dengan cara tiba-tiba ternyata bikin shock juga ya, sempat blank sesaat, ada dua pertanyaan:

“Bagaimana caranya kita ikut serta dalam melestarikan Gajah Sumatra?”

“Mmm.. *mikiiiir..blank Bo’* dengan cara tidak merusak habitat asli mereka, menjaga kelestarian hutan”

Jawaban saya dibenarkan oleh mbak Narator dan diberi tambahan penjelasan lainnya *Huft, lega*

Nggak lama lega ditanya lagi, “Terus bagaimana dengan para manusia yang sudah merusak habitat gajah bahkan sampai membunuh gajah-gajah tersebut”

*blank lagi, kaget kok masih ditanya lagi* “Mmm..dihukum..dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya, nyawa balas nyawa *eh nglantur*, sorry bukan gitu sih gini jawaban yang bener “Dihukum sesuai undang-undang yang berlaku”, diplomatis kan?? Hehe.. ayo kasih tepuk tangan donk.. *lempar sandal*

Klise banget sih ya?? Tapi untung bisa jawab Bo’..udah ngalahin acara putri-putrian jaman sekolah dulu aja deg-deg-annya, tapi ngenesnya pas cerita ke suami gimana deg-deg-annya aku jawab pertanyaan itu, pak suami malah bilang “Tenang, dari tadi nggak ada yang merhatiin kamu kok, orang-orang pada sibuk sendiri” *dueng!!!*

Ya udah lah ya nggak pa-pa.. Yang penting saya sudah dapat souvenir karena sudah dapat menjawab pertanyaan dengan benar, satu lembar kertas daur ulang dari Elephant poo, iya dari kotoran gajah.

Keceriaan di tempat pertunjukkan gajah tidak hanya berakhir di situ, karena ada pertunjukan gajah yang sedang melukis, mereka menjual hasil karya gajah itu sebesar 100.000 dan kami membelinya untuk Quinn. Tidak hanya itu saja, siapapun yang membeli kaos tersebut mendapatkan kesempatan berfoto dengan gajah yang sedang mengalungkan karangan bunga.

ini waktu dikalungin bunga sama si gajah, harusnya Quinn yg takut, tapi kenapa ekspresi mamanya lebih takut ya?
ini waktu dikalungin bunga sama si gajah, harusnya Quinn yg takut, tapi kenapa ekspresi mamanya lebih takut ya?

Setelah selesai berfoto dengan gajah kami segera meninggalkan tempat pertunjukan, lalu kami melihat tulisan “Baby Zoo” di sebrang pertunjukkan gajah tersebut dan memutuskan untuk ke sana. Di dalam sana mirip seperti kebun binatang tapi lebih kecil, banyak sekali jenis burung-burung di sana. Yang paling menarik dari Baby Zoo tersebut yaitu adanya Liger, rekayasa genetika ‘alami’ antara Singa dan Harimau, iya, anak singa dan harimau, seharusnya hal itu tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu keseimbangan alam dan berbahaya untuk diri hewan rekayasa itu sendiri, mereka akan mengalami penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada atau memiliki usia yang sangat pendek. Tapi sejauh yang saya lihat sepertinya hewan itu sudah berusia di atas 5 tahun.

Di dalam baby zoo kami membeli souvenir taman safari berupa topi satwa, Quinn memilih jerapah dan Evlan memilih badak. Di dalam baby zoo kita juga dapat berfoto dengan harimau, tapi karena Quinn takut maka kami tidak jadi berfoto bersama. Ketika akan keluar baby zoo ada photo booth bersama kakak tua, kami tawari Quinn dan dia mau, lalu saya membeli dua ticket seharga @ 20.000 lalu kami berfoto ber-tiga, sayangnya Quinn nggak berani memegang burungnya.

ini kami berfoto dengan kakak tua, adek Evlan nggak ikut karena bobok
ini kami berfoto dengan kakak tua, adek Evlan nggak ikut karena bobok

Selesai di kawasan baby zoo, kami menuju wahana permainan, sayangnya kalau siang tidak semua wahana dibuka, so far Quinn cuma nyoba 2 wahana, 1 bareng sama Bapaknya dan satu lagi kereta, sendirian aja, beneran sendirian karena nggak ada lagi yang laen. Yang bareng Bapaknya itu dia nangis setelah ‘sadar’ disuruh dadah-dadah ke saya, akhirnya belum selesai permainannya dia minta turun, kalau yang kereta memang agak saya paksa sih, saya bujuk kalau nggak apa-apa, pas keretanya udah jalan eh dia nangis dan hampir keluar kereta, lain kali nggak bakal maksa lagi deh nak..maaf ya..

nah ini ni yang sukses bikin Quinn nangis sejak awal keretanya bergerak
nah ini ni yang sukses bikin Quinn nangis sejak awal keretanya bergerak
ini mainan bergerak yang Quinn mau main, tapi setelah disuruh dadah-dadah ke mamanya dia langsung sadar trus nangis
ini mainan bergerak yang Quinn mau main, tapi setelah disuruh dadah-dadah ke mamanya dia langsung sadar trus nangis
Wefie dulu yuk..
Wefie dulu yuk..

Quinn lebih suka permainan-permainan yang tidak bergerak, kayak seluncuran/perosotan. Selain itu sudah tidak ada lagi permainan yang dimainkan Quinn padahal banyak lho wahana permainan yang bisa dimainkan anak usia 2-3 tahun sendirian ataupun bersama orang tuanya. Karena kami melihat Quinn mulai mengantuk dan bosan akhirnya untuk nyenengin Quinn, Bapaknya ngajakin liat pertunjukkan Harimau Sumatra lagi dan Quinn mau, kita lihat lagi sih, ada yang berbeda dari pertunjukkan yang ini, harimaunya hanya dua, mungkin karena si Satya, salah satu harimau yang dipegang oleh keeper perempuan itu dari kemarin sudah menunjukkan kemalasan, akhirnya nggak diajak tampil lagi deh.

Setelah pertunjukan selesai, kami langsung memutuskan keluar dari Taman Safari untuk segera pulang, tapi sebelumnya saya belanja bunga dan tanaman hias lainnya, mumpung banyak yang bagus, kalau di Pelabuhan Ratu kan pilihannya sedikit, jadilah saya beli sekitar 8 jenis tanaman, seneng banget bisa beli sesuatu untuk melengkapi hobi saya. (Baca juga tentang: hobi )

Beres membeli tanaman kami memutuskan untuk makan di Cimory Riverside, soal yang ini akan saya ceritakan di lain artikel yaa..

Kami keluar dari Cimory Riverside sekitar pukul 16.30 setelah mengganti baju dan pampers anak-anak, jalur Ciawi-Sukabumi yang biasanya jalur neraka, muacet parah alhamdulillah nggak macet banget, hanya beberapa titik dan untung suami punya navigator handal *kibas rambut* sering saya arahkan untuk lewat bahu jalan, makanya bisa cukup tepat waktu pulang ke rumah, kami masuk pelabuhan ratu kota sekitar pukul 20.00.

Ah, akhirnya selesai juga trip kali ini, semua senang tapi memang capek banget. Kata suami sebenernya ini trip untuk nyenengin saya bukan Quinn, karena menurut dia saya pergi ke Taman Safari hanya untuk menulis review tentang Caravan Safari Lodge , udahlah yank, nyenengin istri kan sama aja, istri senang seluruh rumah juga senang, bukan begitu?? Hehe..

Oke, see you on other travel review article..

Stay Ketje!

@annelesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook14Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

15 Comments

  1. Di Bogor gor.. banyak juga ya tempat wisatanya istananya aja sampai jadi tempat wisata “ïstana bogor”.. bogor emng luar biasa ya mbak..

    1. Hehe.. iya mbak.. ini kedua kalinya saya maen k bogor.

  2. capeknya liburan tu capek seneng..hee.. semoga keluarganya makin langgeng siis..

  3. waah seruu yaa liburan sama keluarga,, semoga keluarganya selalu langgeng..

  4. Aku udah lama banget nggak ke Taman Safari, mba.
    Seru ya bisa ajak anak sekaligus belajar langsung tentang hewan2 🙂

    1. Iya mbak.. seru banget.. anak2 pasti suka klo diajak k sana

  5. Hmm bener juga, buaya memang monogami, lalu kenapa dia dituduh buaya darat? 🙁 (komen salah fokus) 😂😂

    Baru tauu kalo nginep disana jadi bisa 2 kali masuk ke TSI nya ya? 😍😍 ih mauukkk

    1. Nah iya kan..kaaian bgt tu buaya dijadiin kambing hitam.. *udah tau buaya msh dijadiin kambing hitam pula*, hehe.. iya,bnran bisa dua kali lho.. emang aslinya bs gtu kali ya klo nginep d safari lodge-nya, ato cm krn beruntung aja petugasnya krg teliti priksanya, petugas yg ngecek ticket nya emang rada gmn gtu sih wkt itu..hehe..

  6. Nyenengin istri dan anak lah yak. Xixixi. Lucu amat pas baca bagian jerapah pacaran….hahaha.
    Seru ya, udah lama sih ngincer caravan ini. Kata temen bagus.

  7. waaah. senengnya akhirnya ga ujan.. moga2 kalo aq kesana ga ujan ya.. palong suka waktu kakak queen blg bapak gajah dan jerapah.. hihiih… lucu..

    1. Iya.. Akhirnya nggak hujan.. Haha.. Gajah n jerapah.. 😥

  8. Hahaha… yang sering-sering ya papa Quinn.. biar postingannya mama Quinn makin ketje…

    1. Haha.. Makasih mbak udah didoain.. Salah satu support suami dlm mendukung hobi ngeblog istrnya ya hrs gtu ya mbak? Hehehe

Leave a Reply

Required fields are marked*