Family, Traveling

Trip 3 hari 2 malam bersama 2 batita (part 1) – Jakarta

Tak terasa sudah 3 bulan kami tinggal di Pelabuhan Ratu. Kota kecil ibukota kabupaten Sukabumi.

Dulu waktu dengar berita mau dipindah ke Sukabumi, saya dan pak suami sudah merencanakan akan liburan kemana aja di daerah Jawa Barat ini, mumpung di Jabar gitu lho.. Banyak tempat-tempat wisatanya, terutama di Bandung, Bogor dan sekitarnya.

Dua minggu setelah kami pindah ke Pelabuhan Ratu, kami dan anak-anak sakit berjamaah, mungkin karena kami kecapekan selama proses pindahan, gimana mau nggak kecapekan, setelah lebaran di Banyuwangi kami masih mampir ke Lumajang dan Surabaya untuk silaturahmi, kemudian kami mampir berlibur ke Bandung, dua hari satu malam di Bandung lalu kami melakukan perjalanan darat sekitar 6-7 jam. Setelah sampai Pelabuhan Ratu, keesokan harinya masih harus bersih-bersih rumah. Kebayang kan gimana kondisi kami? Capek berat!!

Kami sakit bergantian ada mungkin selama 3 minggu, sudah jenuh sekali sebenarnya di kota ini, tapi Pak Suami nggak ngijinin pergi ke luar kota kalau anak-anak masih pada sakit, akhirnya ditunda setelah 3 bulan ini.

Saya sudah menjanjikan kepada anak sulung saya, si Quinn, bahwa jika kami semua sehat maka kami akan mengajaknya ke Taman Safari, melihat binatang-binatang, dia sangat senang sekali pada binatang, jadi rencana liburan kami ini sebenarnya adalah dalam rangka menyenangkan Quinn, iya lah, apalagi kalau tidak menyenangkan anak.

Seminggu sebelum berangkat saya menghubungi kakak ipar saya di Jakarta karena behel saya yang kebetulan lepas dan memang sudah waktunya kontrol, setelah kakak ipar confirm ada di Jakarta maka saya langsung mencari penginapan di Jakarta, atas rekomendasi kakak ipar dia menyarankan untuk mencari lewat AirBnB, akhirnya dapat di Sudirman Park, tengah kota dekat dengan klinik Brawijaya tempat kakak ipar saya praktek.

Setelah mencari penginapan di Jakarta kini giliran mencari penginapan di Taman Safari, sebenarnya saya sudah punya rencana bahwa kali ini kami tidak akan menginap di penginapan yang konsepnya terlalu biasa, lha kok pas, waktu saya buka website-nya taman safari bogor ternyata mereka punya penginapan yang berkonsep seperti caravan.

Saya langsung buka aplikasi travel, yang biasa saya gunakan adalah Traveloka dan Tripadvisor. Sayangnya di Tripadvisor saya tidak dapat menemukan harga yang murah akhirnya saya memesan melalui traveloka. Cuma ada yang bikin ngenes, pas udah transaksi, transfer, eh baru baca di home page kalau ada promo untuk pembelian tiket pesawat dan hotel periode September. Kalau kita masukin kode promo lumayan lho potongannya, sekitar 150.000. Anjrit banget kan?! Heuheuheu… *gulung-gulung* Makanya, kalau boleh kasih saran, setiap masuk ke web atau aplikasi semacam itu coba buka home page atau page promo-nya, lihat-lihat dengan teliti dulu barangkali ada promo yang cocok dengan yang kita cari, biar nggak kayak saya, lumayan banget lho itu potongannya, bisa untuk masuk wahana Taman Safarinya. Ya tapi mau gimana lagi, udah terlanjur dipesan ini…

Setelah semua dipesan, tinggal nyiapin perbekalan yang mau kita bawa, biasa kalau emak-emak punya 2 anak bawaannya udah kayak mau pindahan lagi aja, semua-mua dibawa, padahal cuma mau liburan 3 hari 2 malam. Sebelum packing saya sempat browsing dulu review-review yang membahas menginap di Taman Safari, ternyata suhunya cukup dingin, makanya saya membawakan baju-baju hangat berlengan panjang, jaket dan kaos kaki. Setelah sampai di sana, room boy-nya bilang kalau suhu malam hari bisa sampai mencapai 12 derajat, untung sudah baca-baca review dulu sebelum pergi.

Baju-baju, stroller, dan perlengkapan makan sudah siap, karena Evlan masih MPASI harusnya saya menyiapkan peralatan masak untuk anak MPASI 9 bulan, tapi karena saya nggak punya alat masak yang compact untuk bikin MPASI semacam slowcooker dan blender mini gitu akhirnya Evlan aku kasih makanan instan, maafin mama ya nak..hiks.. padahal kalau jaman kakaknya saya selalu sedia gasol, berbentuk tepung juga tetapi harus dimasak terlebih dahulu, tidak cukup hanya dituangi air panas, tapi setidaknya lebih membantu, tapi kali ini saya juga tidak punya, maafin mama ya nak *again*, persiapan mama yang ini belum matang. Hiks.. Tolong jangan ditiru ya mams..

Menyiapkan gasol tentu saja tidak mudah kalau kita tidak punya kompor sendiri, tapi pengalaman Quinn dulu, saya minta ijin numpang masak ke pihak hotel, tapi gimana kalau sedang dalam perjalanan, itu dulu nggak pernah saya alamin sih. Nah perjalanan ke Jakarta ini ternyata cukup panjang, kami berangkat pukul 08.30 dari rumah dan sampai Jakarta pukul 13.30. (5 Jam!) Nah waktu makan siang itulah akhirnya saya beli bubur instan di Indomaret, beruntung sekarang di Indomaret disediakan air panas, tinggal sobek bungkusnya, kasih air panas, aduk-aduk, bisa disuapin ke baby. Selama 3 hari itu akhirnya Evlan cuma makan bubur instan itu, saya sediakan 3 varian rasa supaya nggak bosen.

Setelah sampai Jakarta kami langsung menuju ke klinik kakak ipar, betulin behel saya, cuma bentar sih, rencana awal yang mau pasang yang bawah juga, akhirnya nggak jadi karena kami datang terlalu siang, kliniknya sudah mau tutup.

Setelah pasang behel, trus kami ke Kokas untuk cari makan siang (padahal udah nggak siang lagi), sekalian nyariin suami kacamata baru karena selama dalam perjalanan tadi kacamatanya nggak sengaja dipatahin Quinn, ya gitu deh anak-anak kalau di dalam mobil nggak bisa diem, kacamata baca yang biasanya dipakai Bapaknya itu lagi ditaruh di dekat hand rem eh nggak sengaja keinjak pas Quinn pengen duduk di depan, ya mau gimana lagi, mau nyalahin si anak tapi nggak bisa, salah yang naruh juga kenapa ditaruh di sana. *Peace Yank, bukan mau ngungkit-ngungkit lagi* *nyengir kuda*

Setelah makan siang, saya menemani pak suami mencari kacamata, sedangkan Quinn, Evlan, Bibik dan kakak ipar saya menuju Chipmunk, tempat bermain anak-anak, Quinn belum pernah saya ajak ke sana, ya kebetulan kalau tantenya mau ngangon dia di sana, hehe.. Quinn seneng banget maen di sana, ternyata dia cukup berani lho main permainan yang menurut saya dia nggak bakal berani naik karena tinggi. Quinn sampe nggak mau diajak pulang, padahal mungkin ada 2 jam lebih lho dia main di sana. Makasih ya te Jenny udah ngajak main Quinn, this is her best play experience ever! Next time maen bareng sama kakak Ale dan Fachri ya..

Pulang dari Kokas, kakak ipar ngajakin makan di salah satu resto timur tengah yang katanya lagi happening, makanlah kita di sana, sambil nunggu makanan datang, karena kita belum balik ke apartemen jadilah kita seka-seka badan anak-anak sekalian ganti diapers di sana. Makanannya lumayan enak dan tempatnya juga lumayan cozy, namanya Larazetta, silahkan dicoba kalau Mams lagi ada di sekitar Tebet situ ya.

Habis makan kita langsung meluncur ke apartemen, Sudirman Park, lumayan sih kondisinya, next aja ya saya ceritain lebih detailnya. Kami langsung bergegas istirahat untuk persiapan perjalanan berikutnya.

Stay tune, ikuti cerita selanjutnya yaa..

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

1 Comment

  1. Serunya
    Suka sekali caramu bertutur

Leave a Reply

Required fields are marked*