Bon Appetitto

Makanan Khas Banyuwangi Favoritku – Rujak Kecut, Kala Gepuk, Lontong Pecel

Hai, kejar tayang ni, dikejer ‘deadline’ udah mau minggu tapi artikel baru 2..

Seperti cerita saya di artikel sebelumnya, saya membuat sebuah challenge menulis 3 artikel dalam satu minggu, temanya long weekend, 3 lagu favorit dan 3 makanan favorit dari daerah asal.

Nah karena long weekend dan lagu sudah dibuat maka kali ini mari kita bahas soal makanan favorit dari daerah asal saya.

Eh, saya sudah pernah cerita belum  ya kalau saya ini dilahirkan di Banyuwangi. Banyuwangi? Iya, Banyuwangi, kalau dulu, susah banget mau nerangin dimana itu Banyuwangi, nggak terkenal, sejak kurang lebih 2 tahun inilah Banyuwangi mulai dikenal, apalagi sejak ada acara kompetisi Dangdut itu, saya cukup bilang “Saya satu kota dengan Danang Dangdut Academy” langsung pada tau semua, hahaha..

Kalau udah banyak yang tau tentang di mana itu Banyuwangi, kira-kira udah pada tau belum ya tentang makanan khas Banyuwangi?

Banyuwangi sebenarnya punya banyak makanan khas, mulai makanan berat (main course) sampai side dish.  Tapi kali ini saya hanya akan perkenalkan tiga makanan khas Banyuwangi yang paling saya favoritkan.

  1. Rujak Kecut / Rujak cemplung

Rujak ini mirip rujak gobet atau rujak serut. Bedanya mungkin isiannya, kalau di rujak gobet/serut biasanya hanya diisi buah-buahan, pilihan buahnya biasanya: mangga muda, bengkuang, jambu air merah, pepaya muda, nanas, mentimun, kedondong, pada rujak kecut atau cemplung ini ada satu umbi yang ikut masuk yaitu ubi ketela rambat, nggak pakai dimasak dlu, buah-buahnya kalau diserut pakai parutan buah itu jadinya disebut dengan rujak kecut, kalau diiris kotak-kotak disebutnya rujak cemplung karena ada suara ‘cemplung-cemplung’ waktu dimasukkan ke dalam kuah rujak.  Rasanya manis, asam, pedas, seger banget  deh apalagi kalau dimasukkan ke kulkas sebentar dan minumnya siang hari, wuaduh..jadi ngeces ni..

Apa saja bumbunya, simple aja kok:

Gula pasir (jika rujak gobet atau rujak serut pakai gula jawa)

Cuka (rujak gobet atau rujak serut pakai air asam jawa)

Cabai

Terasi

Garam

  1. Kala Gepuk

Awalnya saya kira ini masakan jawa, bukan khas Banyuwangi tetapi saya pernah baca di salah satu artikel yang menuliskan bahwa ini adalah salah satu makanan khas Banyuwangi, makanya saya ikut menuliskannya di sini.

Makanan ini bahan dasarnya adalah daging sapi, daging sapi yang dibumbu merah, penampakan dari luar mirip dengan daging bumbu balado rasanya manis, agak pedas, gurih, tanpa sayur dimakan dengan nasi hangatpun rasanya sudah nikmat… *nyam*

Apa saja bahan dan bumbunya:

  • Daging sapi lulur, diiris tipis, tebal sktr 5cm, direbus atau dipresto sebentar kemudian dipukul-pukul seperti membuat empal gepuk.
  • Bawang merah
  • Cabe merah besar
  • Cabe merah kecil
  • Air asam jawa
  • Gula jawa
  • Gula pasir
  • Garam

  1. Lontong pecel

Sepertinya Banyuwangi jagonya kalau mencampurkan beberapa jenis makanan yang biasanya di daerah lain dimakan sendirian tapi kalau di Banyuwangi makanan-makan yang biasanya dimakan ‘sendiri’ itu dicampur jadi satu dan diberi nama ‘baru’, ya..beneran ini, di Banyuwangi ada namanya Rujak Soto, percampuran antara rujak sayur/petis suroboyoan dicampur dengan soto (semacam soto madura). Ada lagi Rujak Bakso, mirip Rujak Soto tapi kali ini kuahnya bakso, kemudian Pecel Rawon, pecel seperti pecel madiun disiram dengan kuah rawon.

Nah kalau lontong pecel ini mirip pecel rawon tapi kuahnya sayur labu siam yang disantan. Gimana penampakannya? Jadi ada lontong yang sudah dipotong-potong, di atasnya diberi sayur-sayuran (kacang panjang, labu siam, terong, kecambah, kangkung yang sudah direbus ditambah timun) lalu disiram bumbu pecel, kemudian diberi kuah sayur santan labu siam, makannya ditambah peyek kacang atau peyek udang ebi, wuah..mak nyus tenan..

Entah kenapa banyak sekali makanan akulturasi seperti itu di Banyuwangi, apa karena budayanya sendiri yang memang hasil akulturasi beberapa kebudayaan, percampuran antara Jawa, Bali dan Madura. Walaupun dicampur-campur begitu tapi kenapa ya rasanya kok saya doyan, enak sih!

Nah itulah tadi 3 makanan favorit saya, makanan khas daerah Banyuwangi. Kalau ke Banyuwangi jangan lupa cobain ya.. tapi kalau cari kala gepuk itu yang jarang dijual di warung-warung, itu masakan rumahan, jadi mending nyoba masak sendiri aja atau maen ke rumahku ntar aku masakin, tapi daging dan bahan-bahannya dari kamu aja ya..hehe.. *kumat lagi emak irits nyerempet kikirnya*

Chao,

@annelesmana

 

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook23Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

6 Comments

  1. jd inget dl km pernah cerita rujak soto… iya tryt di Madura jg ada ne. Akulturasi bisa jadi ya, suka yg dicampur untung dilidah maknyuuus:-D

    1. Iya.. budaya Banyuwangi itu kan mmg alkuturasi antara madura, jawa n bali mel..

  2. Pengen nyoba bikin tapi kayaknya harus nyoba rasa aslinya deh…biar ga nerka” rasa yang bener kayak gmn

  3. aduh ga disarankan baca artikel ini disaat lapar, dijamin makin kelaparan dan bikin ngiler akut 🙁

    1. Ayo nti klo plg Indo qta meet up sama tmn2 belajar blogging yg laen yuk.. Nti tak bikinin rujak wes.. Hehehe

  4. Aku tertarik sama rujak kecutnya. Bikin nelan ludah aja

Leave a Reply

Required fields are marked*