Family, Uncategorized

22  Important Points of Rich Dad Poor Dad Book-Robert Kyosaki

Anda pasti sudah sering mendengar mengenai “Rich Dad Poor Dad” ini kan? Atau bahkan mungkin Anda sudah membacanya. Jujur saya sudah lama mendengarnya tetapi baru tahun lalu saya memutuskan untuk membeli dan membacanya.

image

Saya terkesan sekali dengan buku ini sampai-sampai saya membuat ringkasannya dalam bentuk poin-poin seperti di bawah ini.

  1. Rumus menjadi kaya adalah dengan menambah aset. ASET adalah sesuatu yang bernilai dan akan terus meningkat nilainya. Robert Kyosaki mengingatkan untuk membeli aset itu harus dengan jalan tunai, jika tidak itu masih tidak dapat disebut dengan aset, itu hanya LIABILITAS atau kewajiban, karena masih harus membayar cicilan dan pajak yang menguntungkan pihak lain dibanding diri kita sendiri.

Contoh aset: Property/Real Estate, Saham, Obligasi, Reksadana, Surat Hutang, Hak Paten terhadap sesuatu

  1. Aset terbesar kita aalah otak kita, maka berinvestasilah padanya, dengan kata lain berinvestasi pada pendidikan.
  2. Berinvestasi pada otak atau pendidikan memberikan kemudahan membaca peluang dibandingkan orang lain yang tidak berinvestasi pada hal itu. Kecerdasan finansial anda akan meningkat seiring besarnya investasi anda pada pendidikan.
  3. Bekerja adalah tempat kita untuk memperoleh suatu ilmu atau pengetahuan atau keterampilan. Maka jangan fokus pada 1 jenis pekerjaan atau terspesialisasi. Belajarlah sedikit tentang banyak hal.
  4. Membeli barang-barang mewah hanya dari keuntungan aset tersebut, berarti aset harus menghasilkan uang/pemasukan untuk kita.
  5. Pertahankan agar pos pengeluaran selalu lebih kecil daripada penambahan aset dan pemasukan.
  6. Dahulukan untuk diri sendiri daripada kewajiban membayar tagihan dan lain-lain karena hal itu akan memotivasi kita untuk mencari tambahan untuk melunasi kewajiban-kewajiban tersebut.
  7. Bukan berapa banyak uang yang anda hasilkan tetapi berapa banyak yang dapat anda simpan.
  8. Untuk menjadi kaya orang harus mempelajari/mengetahui mengenai: Akutansi (membaca angka), Investasi (di dalamnya ada: memahami penawaran-permintaan, hukum korporasi dan peraturan negara), Keterampilan Penjualan (Komunikasi, menulis, berbicara, negosiasi), terakhir Management (Waktu dan SDM). Kesemuanya itu dapat dipelajari melalui seminar atau buku-buku dan video.
  9. Sejak dini tentukan tujuan hidup, rencana pensiun anda kelak.
  10. Kegagalan adalah proses mencapai kesuksesan
  11. Taruhlah ‘telur’ anda yang banyak itu pada sedikit keranjang, intinya FOKUS!
  12. Jika memiliki anak, biasakanlah anak berpikir “Bagaimana cara saya dapat membelinya?” instead of langsung membelikan atau mengatakan “Kita tidak dapat membelinya”, ini lebih parah lagi.
  13. Tidak boleh arogan atau sok tahu padahal tidak tahu sama sekali akan suatu peluang bisnis tertentu. Apa yang anda tahu adalah keberhasilanmu dan apa yang tidak anda tahu adalah resikomu, maka dari itu sekali lagi berinvestasilah pada otak/pendidikan.
  14. Pilihlah teman anda! Jauhi “Chicken Little”
  15. Jika ingin berinvestasi maka batasi atau tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk itu.
  16. Selalu cari ide dan gagasan baru.
  17. Belajarlah langsung dari ahli atau pelakunya.
  18. Ikutilah kursus yang berhubungan dengan kecerdasan finansial dan investasi
  19. Buatlah banyak penawaran dalam berinvestasi
  20. Untuk investasi property perhatikanlah iklan-iklan yang sudah cukup lama, biasanya pemilik lebih mudah diajak bernegosiasi/bertransaksi.
  21. Dalam berinvestasi property carilah orang yang akan membeli baru kemudian carilah orang yang ingin menjual property yang diinginkan oleh calon pembeli tersebut.

Anne Lesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

4 Comments

  1. pertama kali dengar Robert T. Kiyosaki saat aku jadi member MLM

    1. Dibaca lg aja mas, buku dibaca brp kali aja mnrtku selalu dpt insight yg baru krn keadaan pd saat membacanya selalu berbeda

  2. siswanty

    Dulu malas sekali saya baca buku ini. Ternyata berguna juga ya.

    1. mbak blognya kok gak bisa dikomen

Leave a Reply

Required fields are marked*