Family, Traveling, Uncategorized

Family Guest House yang Asri dan Unik di Ponorogo – Ndalem Katong Guest House Review

Ini adalah penginapan terakhir yang saya kunjungi pada bulan April ini. Saya sebenarnya sudah dua kali menginap di sini, yang pertama adalah ketika saya pulang dari Solo setelah road show trip dengan orang tua saya itu. Kenapa waktu itu saya tidak langsung saja pulang ke Pacitan? Ponorogo dan Pacitan kan sudah bisa dibilang dekat, hanya sekitar 2 jam saja? Jika Anda sudah pernah ke Pacitan melalui jalur Ponorogo-Pacitan maka Anda pasti sudah mengetahui medannya, jalan berkelok-kelok   dan sering longsor, jadi saya pikir lebih baik menginap di Ponorogo dulu baru melanjutkan perjalanan ke Pacitan keesokan harinya. Terakhir saya menginap di Ponorogo adalah tanggal 2 April kemarin ketika adik ipar sepupu suami saya menikah.

Ketika kami mendapat undangan tersebut saya sudah tidak perlu bingung mencari penginapan karena saya sudah memiliki referensi penginapan. Namanya adalah “Ndalem Katong Guesthouse” yang berada di Jalan Barong Katong  no 134 Ponorogo, jadi ketika suami saya sedang dalam perjalanan pulang dari Surabaya ke Pacitan, saya mintai tolong untuk mampir ke sana dan booking penginapan untuk tanggal 2 April itu.

image

image

image

Apa yang membuat saya suka menginap di sana? Alasannya adalah karena hotel ini memiliki konsep yang unik? Apanya yang unik? Konsep mereka adalah family guest house, bukannya sudah banyak ya penginapan yang mengusung konsep tersebut? Iya, memang sudah banyak sih tetapi hanya embel-embel saja, kenyataannya sama seperti penginapan biasanya. Ndalem Katong ini benar-benar menerapkan konsep family guest house, benar-benar cocok untuk keluarga, bahkan untuk keluarga besar dengan jumlah anggota yang banyak. Kurang jelas penjelasan saya? Jadi begini, hampir semua kamar di penginapan ini dapat diisi oleh lebih dari 2 orang dan masing-masing memiliki tempat tidurnya sendiri tanpa menambah extra bed, hmm..bagaimana itu? Saya beri contoh saja, kamar terbesar yang mereka miliki berisi 3 tempat tidur berukuran queen yang mana berarti satu kamar dapat ditempati oleh 6 orang! Bagaimana dengan harganya? Seperti artikel-artikel mengenai hotel saya yang lainnya, sudah pasti terjangkau! Bahkan bisa dibilang murah!

image

image

Harga kamar terbesar seperti yang saya jelaskan di atas tadi hanya 440.000/malam!!! What??? *nganga* berarti seorang cuma less than 75.000/malam!! Yup! Anda benar!!!

Nah, apa saya menyewa kamar yang itu? Tentu saja tidak.. Saya hanya menyewa kamar yang bisa ditempati oleh 3 orang dewasa, terdiri dari tempat tidur ukuran queen dan satu ukuran single 120×200. Berapa harganya?? Cuma 275.000/malam, jika dibandingkan dengan kamar besar tadi ya memang akhirnya jadi lebih mahal yang ini, hampir 100.000/orang. But i think it’s still not expensive, make sense-lah yah untuk kota sebesar Ponorogo ini.

image

Sebenarnya harga aslinya waktu pertama kali saya datang kesana yaitu akhir November 2015, kamar seperti yang saya tempati kemarin harganya hanya 250.000/malam, tetapi sejak pemerintah kota Ponorogo menetapkan pajak 10% jadi naik segitu deh.

Harga seperti yang saya jelaskan di atas tadi sudah termasuk sarapan. Sarapan di sana walaupun sederhana rasanya enak. Pertama saya ke sana sarapannya adalah nasi ayam lalapan. Terakhir kemarin saya sarapan nasi goreng lengkap dengan kerupuk, telor ceplok dan tomat serta timun, mirip sama SAFa Homestay, ya menu standart ya.. tetapi rasanya memang enak dan porsinya mengenyangkan.

Apalagi yang membuat penginapan ini menarik? Suasananya, asri. Di depan kamar saya ada taman dengan hamparan rumput yang cukup luas dan ada beberapa meja-kursi taman. Sepertinya dulu selain penginapan mereka juga memiliki usaha restaurant dan itu adalah meja-kursinya.

image

image

Di pojok kanan taman tersebut ada bangunan kecil transparant, karena didominasi oleh kaca yang menjadi ruang penyajian makanan, tetapi waktu saya ke sana tidak digunakan lagi sebagai mana mestinya, hanya dijadikan semacam gudang penyimpanan aminities hotel.

image

Di taman itu ada pohon rambutan yang cukup besar jadi semakin menambah keasriannya, kemarin waktu adik sepupu suami dan anak-anaknya datang mereka meminta suami saya untuk mengambilkan rambutannya, untung pemilik dan management tidak melarang mungkin memang disedikan untuk tamu, tetapi bisa jadi dibiarkan karena buahnya cuma sebiji-dua biji.

image

image

Keasrian itu juga terlihat di kamar-kamar yang bagian belakang, bangunan baru. Jadi begini, di samping bangunan utama itu ada semacam jalan kecil atau gang begitu, ke dalam dan di situ ternyata ada beberapa kamar lagi dan sepertinya itu bangunan yang baru. Di bangunan kamar tersebut di tata dengan asri terutama yang tanaman merambatnya yang ada di atas kamar-kamar itu yang membuatnya semakin asri dan kenambah keindahannya.

image

image

image

Tak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna, begitupun penginapan ini. Apa itu? TV di kamar yang saya sewa, baik yang pertama dan kedua, selalu bermasalah, sepertinya masalahnya ada di decoder-nya jadi TV mengeluarkan tulisan “tidak ada signal”, sayangnya saya selalu menyepelekannya karena saya tidak menonton TV, berbeda dengan si bibik yang saya ajak, karena saya titipi anak-anak ketika saya lagi pacaran dengan suami sudah barang tentu kesepian karena tidak ada TV, padahal menurut resepsionis seandainya saya mau melapor maka akan segera dibetulkan, yah..nasibmu Bik, hehehe..

Kekurangan yang kedua adalah kamar mandinya. Secara keseluruhan sebenarnya hotel ini cukup bersih, tetapi kamar mandinya, mungkin karena bangunannya sudah cukup lama, jadi cukup banyak terlihat kerak di sana sini.

Oh ya, karena sudah ngomongin kamar mandi, ada yang unik di penginapan ini. Biasanya toiletries-nya dikemas pada suatu wadah kecil-kecil tetapi di guest house ini sedikit unik, sampo dan sabun cairnya ditaruh di suatu tempat yang menggantung di dinding tembok dan apabila ingin memakainya Anda cukup memencet saja. Ya, toiletris-nya hanya ada sabun dan sampo, jadi apabila Anda ingin menginap di sini Anda harus menyiapkan sendiri sikat gigi dan odol. Bagaimana dengan handuk? Sudah disediakan sesuai kapasitas orang yang menginap di sana. Cuma ada sedikit kritik dari saya mengenai handuk, handuknya terlalu berbau obat, sepertinya itu obat pemutih dan handuknya kurang menyerap air.

image

Hotel ini menurut saya juga hotel plus-plus, wuetss.. tapi plus-plus dalam konotasi positif lho. Jadi begini ceritanya, suami kan perokok, jadi sepulang nonton dia beli rokok buat persediaan selama di hotel dan untuk besuk. Nah, sesampainya di hotel dia ngerokok di depan kamar, ada saya juga sih waktu itu, trus karena sudah ngantuk suami langsung masuk tanpa membawa masuk si rokok beserta kawan karib-nya, korek. Sebenarnya sih saya mau mengingatkan untuk membawa masuk barang-barang itu tetapi tidak jadi, nggak tahu kenapa. Pagi harinya waktu suami mau merokok eh rokoknya sudah raib. Bibik dan saya ditanya tapi kami tidak tahu, saya bilang kalau tadi malam dia meninggalkannya di meja depan kamar. Suami lalu menanyakannya kepada pihak hotel lalu mereka meminta maaf. Lho, kok minta maaf? Yang ngambil pihak hotel donk? Kenapa? Kenapa nggak dikembalikan saja? Jadi begini, pemilik penginapan itu memiliki seorang adik yang secara mental kurang ‘penuh’, dia sudah berumur dan suka sekali pada rokok, kemungkinan besar dia yang mengambil dan sudah ada beberapa orang juga bernasib sama seperti suami saya.  Selain meminta maaf ternyata pihak hotel mengganti rokok yang hilang tersebut dengan yang baru, beserta dengan koreknya. Benar-benar hotel yang jujur dan bertanggung jawab.

Ada hal lucu dari kejadian tersebut yaitu ketika suami bilang sama saya nanti dia akan ganti uang yang mereka pakai untuk mengganti rokoknya, langsung berinisiatif untuk menggantinya ketika suami saya sedang mandi. Pada saat saya membayar biaya hotel saya juga menitipkan uang Rp. 30.000 kepada resepsionis untuk diberikan kepada salah satu petugas hotel yang menurut suami saya dia sendiri yang membelikan rokok pengganti tersebut dengan uangnya sendiri. Setelah suami selesai mandi, dia meminta uang Rp. 50.000 kepada saya, saya tanya dong untuk apa, dia bilang untuk mengganti uang rokok tadi, saya balik menjawab jika saya sudah menggantinya. “Berapa yang kamu kasih ke dia?” tanya suami saya, “Tiga puluh ribu? Kenapa? Harga rokok dan koreknya palingan segitu, iya kan?”, saya bertanya dengan polosnya.. “Kok cuma 30.000 sih? Kita harus mengganti lebih pada orang yang baik dan berbuat jujur seperti itu”, yah..saya langsung menyesal, iya ya, kenapa tidak saya beri lebih tadi. Dasar! *emak irits nyerempet kikir* Astagfirullah..Besok-besok janji nggak gitu lagi dah..

Oke,sementara itu dulu ya, kalau ada yang kelewat atau ingin ditanyakan silahkan langsung komen saja ya..

Ayo di save dulu artikel ini atau subscribe kalau ingin tahu referensi hotel-hotel lainnya.

Jangan lupa piknik biar nggak panik! *smile*

Anne Lesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

12 Comments

  1. mbaaaa…ini kok sama banget sama aku ya. Aku juga pulang liburan dari Pacitan ke Ponorogo ya nginep di sini juga. aku udah review juga di blogku thn lalu. Trus soal ngelewatin jalan rute Ponorogo-Pacitan nan berkelok-kelok itu, sama juga. Hehe….
    Btw kalo Ponorogo itu kebetulan kota kelahiran dan masa kecilnya suamiku, mbak *gakadayangnanya

    1. Hehe.. toss dlu mbak.. ✋ wah suaminya org Ponorogo to.. skrg maju lho ya Ponorogo itu.. btw salam kenal ya mbak.. domisili mana mbak?

      1. suami asli jogja mbak,. Cuma sejak lahir dan sampe SMA dia tinggal di Ponorogo, ngikut bapaknya yang memang tentara dan dinas di sana. Iya kata suamiku semakin maju kota itu dibanding tahun 80an waktu dia tinggal di sana. Aku skr di Jakarta mbak domisilinya 🙂

  2. Kami dari pihak hotel sangat bertrimakasih atas review dr sodari anne.sangat gamblang dan sangat jelas dan yg jelas sangat membantu kami untuk publish. Dan trimakasih kami ucapkan untuk kritik dan saran..kami dari pihak hotel mohon maaf jika ketidaknyamanan selama menginap disini. Kami tunggu kedatangan ibu kembali.

    Ndalem katong staff
    Njb

  3. Kami dari pihak hotel sangat bertrimakasih atas review dr sodari anne.sangat gamblang dan sangat jelas dan yg jelas sangat membantu kami untuk publish. Dan trimakasih kami ucapkan untuk kritik dan saran..kami dari pihak hotel mohon maaf jika ketidaknyamanan selama menginap disini. Kami tunggu kedatangan ibu kembali.

    Ndalem katong staff
    Njb

    1. Iya, sama2 Pak/Bu.. Semoga makin sukses.. InsyaAllah klo ke Ponorogo kami akan mampir, tp nggak tau kpn krn skrg kami pindah ke jawa barat.

  4. asiknya kayak mbak anne, travelling terus….hehe

    1. Haha.. Alhamdulillah.. Ya cm itu mas hiburan saya, drpd stress.. Hehe

  5. your pic make me want to visit the guest house right away 🙂

    1. Hehe.. Ayo plg k Indonesia mbak.. 😊

  6. Review yang bagus anne

    1. Makasih mb tik.. :*

Leave a Reply

Required fields are marked*