Family, Traveling

Affordable and Unique Hotel in Jogja (part 2)

“Are you ready for the next part of “Affordable and Unique Hotel in Jogja”?

This is it!

Namanya adalah SAFa Homestay, bertempat di Jalan Yogya-Solo KM 9, karangploso, Depok-Sleman Gang Widorokandang no 36, 39-40 Yogyakarta.

Lho kok Homestay? Iya, sebenarnya ini bukan hanya review hotel saja tetapi semua jenis akomodasi atau tempat menginap, penginapan jenisnya kan banyak, seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya “Affordable and Unique Hotel in Jogja (Part 1)“,dan ini adalah satunya, yaitu homestay.

Saya baru saja sih menginap di sini, tepatnya akhir Maret 2016 kemarin. Sebenarnya saya sudah cukup lama mengetahui nama SAFa Homestay ini di Tripadvisor, biasalah kalau mau menghilangkan kepenatan hidup di kota kecil saya harus cari tempat menginap di kota ‘besar’ tujuan saya, hasil dari browsing itu saya menemukan SAFa Homestay ini, saya tertarik dengan SAFa homestay ini karena konsepnya yang seperti apartemen, fasilitasnya seperti menyewa apartemen.

Kesan pertama waktu mencari alamatnya sebenarnya tidak sulit, mungkin karena sopir yang saya bawa sudah hafal dengan kota Jogja. Lho, kok sama supir? Suami kemana? Suami saya sedang perjalanan dinas ke Surabaya waktu itu. Jadi ceritanya begini, sebenarnya waktu itu saya tidak ada rencana ke Jogja karena saat itu ada acara keluarga besar suami di Tawang Mangu, setelah membesuk atau menengok anak kedua saya, Mevlana yang lahir sekitar 3 bulan yang lalu, budhe-budhe dan pakdhe-pakdhenya belum pernah ketemu sama si Evlan-panggilan anak saya. Nah, sesaat setelah sampai di Tawang Mangu saya mengalami pendarahan, pendarahan ini harusnya sudah berhenti setelah masa nifas selesai, tapi saya masih saja mengalaminya, sebelumnya sudah pernah seperti itu, bisa jadi karena rahim saya belum mengecil sempurna atau karena IUD yang saya pasang sesaat setelah bayi saya berhasil dikeluarkan dari perut saya melalui jalan caesar. Waktu periksa terakhir, Bu Dokter Enny Spog di JIH (Jogjakarta International Hospital) pesan jika ada  pendarahan lagi maka saya harus kembali. Saya bilang dong sama suami maka suami menyarankan agar saya hari Seninnya *waktu itu Jumat malam*ke JIH untuk periksa. Akhirnya keesokan harinya saya pastikan dulu dokternya ada atau tidak, setelah dokter dipastikan ada, saya langsung mencari penginapan, pengennya sih ke Tjokro Style lagi tapi karena bawa supir, sepertinya tidak mungkin karena tidak ada kamar yang cukup ekonomis yang cocok untuk pak supir *you know what I mean? Ibu-ibu pasti ngertilah ya..* *emak-emak irits nyerempet kikir* jadi saya hilangkan keinginan untuk ke sana, kemudian saya jadi teringat Hotel Rengganis yang sudah pernah 2 kali menginap di sana, setelah artikel ini saya akan review Hotel Rengganis. Kenapa teringat Hotel Rengganis? Hotel Rengganis punya dormitory room , satu kamar untuk beberapa orang, biasanya 4-6 orang dan tempat tidurnya berupa bunk bed a.k.a tempat tidur susun dan menurut saya itu akan cocok untuk Pak Sopir.

Ee..karena waktu itu long weekend, padahal saya pesan untuk hari Minggunya, ternyata sudah penuh, wah kemana lagi ya saya harus cari penginapan? Saya lihat peta dulu, menggunakan aplikasi Google Map, JIH itu ada di Ring Road Utara dan karena saya menggunakan aplikasi Google Map maka ada jejak yang tertinggal waktu saya melihat lokasi SAFa Homestay, waktu masih searching hotel-hotel dulu. Jika dilihat dari lokasinya memang dekat dengan JIH, saya coba memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menuju JIH dari SAFa Homestay (masih dengan menggunakan Google Map) ternyata hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Setelah itu saya langsung memasukkan tanggal check in dan check out di aplikasi Tripadvisor lalu mencari SAFa Homestay eh ternyata ada yang 2 kamar, saya rasa cukup lah ya..kalau lihat di foto-fotonya kan disediakan sofa yang cukup besar untuk tidur, Pak Supir bisa tidur di sana.

Oh ya, tadi kan ngomongin soal alamat ya, karena saya juga pakai Google Map jadi saya yakin kalau Pak Supir tidak salah jalan, tapi saya agak kaget kok gangnya kecil. “Haduh, homestay geje lagi ni”, pikir saya. Dulu saya pernah punya pengalaman dapat penginapan murah di daerah Prawirotaman Jogja tapi tak seindah foto yang dipasang di Tripadvisor, so small! Masuk gang kecil bianget *jowone metu neh* Parkiran mobilnya juga harus masuk gang lagi, duh nggak mau lagi deh ke situ! Nah karena saya punya pengalaman itu saya jadi was-was, padahal saya sudah bayar hotelnya. Mbak Google Map sih sudah bilang kalau saya sudah sampai di lokasi, sebelah kiri adalah penginapannya tapi kok saya tidak menemukan rumah bertuliskan SAFa Homestay seperti di Tripadvisor itu. “Deg..deg..deg..”,suara jantung saya, berharap saya tidak salah lagi pilih penginapan.. Pak Supir juga bingung, akhirnya mobil maju lagi sekitar setengah meter,eh baru deh keliatan, dari luar sih sudah sama seperti yang di Tripadvisor, bagaimana dengan dalamnya??

Oh ya, SAFa homestay ini tidak berwujud *yaelah* seperti hotel atau tempat menginap biasanya, yang dibangun di satu bangunan dan terdiri dari banyak kamar, tetapi terdiri dari beberapa bangunan jadi terkesan seperti paviliun atau rumah kecil biasa. Dengan satu harga sewa Anda sudah mendapatkan kesempatan menginap di rumah kecil tersebut yang biasanya terdiri dari minimal 2 kamar tidur, ada juga yang 3 kamar tidur, tetapi kemarin saya menyewa yang 2 kamar tidur.
image Ini tampilan depan atau fasad apartemen yang saya tempati

image

Kenapa saya memilih jenis akomodasi seperti ini? Dulu, saat saya baru memiliki satu anak, saya biasanya cukup menyewa 1 kamar hotel, tetapi sejak memiliki 2 orang balita, saya dan suami rasa 1 kamar tidak akan cukup. “Lho, masa’? Kan cuma 2 anak, kan adeknya masih kecil?” mungkin ada yang berpendapat seperti itu. But, when we bring a nanny to help me handle my kids it would be ridiculous if we share room for 5 people, apalagi kalau kamar hotelnya kecil, karena kita selalu cari hotel yang affordable ya sudah pasti dapat hotel yang kamarnya kecil-kecil, paling gede mungkin cuma 20m2 aja. Jadi saya harus pasang mata jeli untuk cari lagi akomodasi terjangkau yang bisa mengcover kebutuhan baru saya tersebut dan akhirnya ketemu si SAFa Homestay ini.

Ternyata di lokasi tidak hanya ada satu gedung yang bertuliskan “SAFa Homestay” kira-kira ada 3 gedung yang bertuliskan seperti itu. Masuk ke salah satu paviliun yang memiliki 2 lantai, karena saya pikir itulah kantornya dan ternyata benar, karena saya melihat ada semacam meja resepsionis kecil tapi tidak ada orang yang menjaganya. Saya panggil-panggil juga tidak ada yang menjawab. *tanduk mulai keluar dikit-dikit karena sudah capek perjalanan sekitar 3 jam dari Tawang Mangu*. Akhirnya saya telp nomer yang tertera pada brosur dan si penjawab telepon mengatakan akan ada petugas yang akan ke sana. Sambil menunggu petugas saya melihat-lihat ke sekeliling, “Hmm..memang sama seperti yang di Tripadvisor”, kemudian saya menemukan papan reminder yang di sana ada kertas booking penginapan atas nama saya. “Hmm..sepertinya managementnya cukup bagus ni”, kata saya dalam hati.

image

image
Lobby

image

Tak lama kemudian petugas datang lalu meminta kartu identitas saya, setelah itu saya dipersilahkan masuk ke ruangan yang ada di belakang meja resepsionis tersebut, ternyata saya dapat ‘apartement’ yang ini.

Saat masuk ke dalam saya langsung bertemu dengan semacam ruang TV, ada TV flat dan di seberangnya ada sofa bed, kemudian saya langsung dapat melihat area dapur atau pantry. Untuk pantrynya ini saya acungi jempol, penataannya compact dan lengkap, di area pantry disediakan alat-alat masak seperti teko, wajan/penggorengan, kompor tanam, piring, mangkok, gelas, cangkir, pisau, pokoknya lengkaplah sampe si Bibik bilang “Besok kalau ke Jogja nginep di sini lagi aja ya Mbak..Enak ada dapurnya, kalau mau bikinin Quinn susu atau ngangetin makanan juga gampang, nggak perlu sungkan minta tolong orang hotelnya dulu”, saya pikir betul juga itu si Bibik. Saya juga suka ada pantry itu karena ada Sink atau tempat cuci piringnya jadi Bibik tidak perlu lagi menggunakan wastafel untuk mencuci botol susu atau tempat makan Quinn lagi, agak gimana gitu ngeliatnya. *muka jijik*, di kitchen area juga ada kulkas dan dispenser yang airnya bisa diambil berapa aja, gratis. Di dalam kulkas ada beberapa minuman yang disediakan oleh pihak penginapan dan jika kita mau kita bisa meminumnya tapi sebelum check out kita harus membayarnya.. Di pantry juga terdapat minibar, di sana ada beberapa mie instant, snack, sereal, minyak goreng *hehe jarang ada minibar diisi minyak goreng adanya cuma di sini*, isi minibar yang gratis hanya kopi dan teh serta gula. Lengkap ya? semisal males keluar untuk cari makan tinggal masak aja tuh mie instant, mau telur juga bisa beli ke pihak hotelnya, nanti akan diambilkan. Ada sedikit saran sih berhubungan dengan area dapur, menurut saya kulkasnya kegedean deh ya untuk area kitchen yang segitu,toh isinya kalau menginap sehari dua hari nggak bakal banyak kan.nggak tau juga kalau ada yang menginap seminggu atau sebulan. *who knows*

image

image

image Dari dapur terlihat Evlan yg tertidur di kamar belakang

image

Untuk kamarnya sendiri ada 2 kamar tidur, ukurannya sama, sekitar 2,5×2,5 meter ya, ukuran tempat tidur 160×200, ada meja rias yang nyambung sama lemari, nah ni lagi-lagi lemari, saya sih merasa kalau keberadaan lemari di hotel atau penginapan itu kok rasanya nggak perlu ya, apalagi kalau ukurannya cukup besar akan membuat kamar semakin terasa penuh. Ada kaca rias yang cukup lebar untuk mengakali ruang sempit agar terasa lebih lebar, wallpapernya juga suka cuma agak kurang pas kalau memang niatnya mau gaya modern minimalis karena wallpaper untuk di kamar menurut saya bergaya klasik. Pencahayaan di kamar juga terlalu terang untuk kamar tidur, meskipun ada lampu tidur tetapi cahayanya masih terlalu terang buat saya, jika wattnya lebih kecil lagi mungkin cahaya bisa lebih pas untuk lampu tidur dan tidur akan semakin nyenyak.

image

image

Interior di kamar dan seluruh ‘apartement’ yang memiliki luas sekitar 36m2 ini sih overall saya suka ya, walaupun ada sedikit kritik dan saran seperti di atas tadi. Sepertinya oleh pemilik penginapan konsep bangunannya adalah gaya modern minimalis walaupun bentuk fasad depan bangunan kalau kata saya lebih mirip gaya mediteranian yang agak dipaksain ke arah gaya minimalis dengan pilihan warna abu-abu dan putih untuk tembok. *sok jadi interior desainer merangkap arsitek lg* *kebanyakan ngikutin acara d’sign di salah satu TV nasional*

Untuk kebersihan sih saya bilang cukup bersih ya, cuma ada sedikit kesan agak kotor di kamar mandi karena ada beberapa kerak yang bisa saya lihat di lantai dan sekitar bath up dan diperparah oleh lampu kamar mandinya yang agak redup, jadi kesannya semakin kotor, saya nggak tahu itu disengaja atau tidak tetapi alangkah baiknya jika pencahayaannya dibuat lebih terang. Di plafon kamar mandi dan dapur saya juga bisa lihat semacam lumut, bekas tetesan atau resapan air yang sudah mengering dan ada sedikit warna kehijau-hijauan semacam lumut, mungkin resapan dari instalasi air ruang atas.

image

image

Saya suka spot di belakang ‘apartement’, ada sedikit ruang terbuka yang dibuat semacam taman kecil, mungkin taman itu diperuntukkan sebagai tempat menjemur handuk, walaupun kecil tapi saya suka keberadaannya, apalagi jika dilihat dari dalam kamar, rasanya sejuk saja bisa melihat hijau-hijauan dari dalam kamar apalagi waktu itu hujan juga turun.

image

Oh ya, walaupun saya adalah emak-emak irits nyerempet kikir, *ngomongnya sambil nutupin wajah pake rambut* saya masih memikirkan kenyamanan pak Supir saya tadi, saya tanya apakah beliau mau tidur di sofa bed tersebut dan apakah bisa tidur nantinya, maksudnya ukurannya apa cukup untuk tidur di situ, karena jika tidak bisa tidur dengan nyaman maka saya juga jadi was-was jangan-jangan nanti mengantuk karena kurang tidur dan membahayakan kami sebagai penumpang. Saya sudah menanyakan kepada management penginapan apakah ada extra bed dan berapa harganya, ternyata ada, harganya 75ribu sudah termasuk sarapan. Tapi sama Pak Supir dicoba dulu, bantal sandarannya diturunkan akhirnya sofanya menjadi lebih lebar dan beliau bilang tidak perlu extra bed ini saja sudah cukup nyaman *mungkin takut sama saya jadi bilang begitu* , saya minta bibik memberikan satu bantalnya untuk pak supir, dan juga membuka kamarnya agar Pak Supir tidak kepanasan karena di ruang TV dan area dapur tidak ada AC-nya mungkin perlu ditambah AC agar lebih nyaman.

image

Quinn tidur dengan bibik dan Baby Evlan bobok sama mamanya, damai sejahtera malam itu karena saya tidak perlu marah-marah menyuruh kakak Quinn untuk tenang karena adiknya mau tidur, kalau Quinn mulai rame saya tinggal minta bibik untuk mengajak Quinn ke kamar sebelah lalu saya akan menidurkan Baby Evlan dulu dengan tenang, tapi karena saya ibu yang baik *kibas rambut*, setelah adiknya tidur, saya tetap menidurkan si kakak, karena si kakak tidak mau tidur kalau belum didongengin dan berdoa bersama mamanya dan akhirnya saya gantian dengan si Bibik menjaga Baby Evlan sebentar sampai kakaknya tertidur. Bayangkan jika kami ada dalam satu kamar, pasti kacaulah.. Di rumah saja saya harus pisahkan dulu si kakak dari adiknya supaya adik bisa tidur dulu dengan nyenyak.

Untuk pelayanan, ini juga yang agak kurang menurut saya karena meja resepsionis tidak setiap saat dijaga, kami juga tidak ada line telepon khusus jika menginginkan sesuatu seperti misalnya ketika saya ingin menanyakan mengapa di kamar saya tidak ada kuncinya dan meminta tisu kamar mandi yang telah habis padahal kami baru saja datang, memang sih ketika bertemu dengan pegawai penginapan permintaan saya langsung direspon tapi untuk menemukan mereka itu yang cukup sulit karena tidak ada orang yang selalu stand by diresepsionis, sekedar saran alangkah baiknya jika di meja resepsionis ada yang menjaga bergantian dan disediakan line telepon dari semua gedung ‘apartement’ untuk menelepon pihak penginapan ketika membutuhkan sesuatu.

Hmm ya, Quinn agak lupa dengan kolam renang karena hatinya sedang gembira sejak hari sebelumnya karena sudah menunggang kuda bersama dengan sepupunya, jadi ketika dia tahu kalau penginapannya ini tidak ada kolam renangnya dia tidak komplain. *nafas lega*

Lahan parkir ada di depan gedung yang saya tinggali,  tetapi tidak cukup luas, cukup untuk sekitar 3-4 mobil saja, tidak tahu lagi jika pihak penginapan menyediakan lahan parkir mobil  di tempat lain yang lebih luas.

Oh ya, sampai lupa mencantumkan harganya, kemarin saya mendapat harga sekitar Rp. 525.000/malam melalui Agoda sudah termasuk pajak dan lain-lain.

Saat malam menjelang, pihak management menanyai kami akan sarapan jam berapa besok pagi, saya minta sarapan jam 6 pagi dan benar saja keesokan harinya, jam 6 pagi sarapan sudah siap di meja minibar. 4 piring nasi goreng, karena memang kapasitas satu ‘apartement’ itu untuk 4 orang, dan rasa nasi gorengnya enak, lengkap dengan telor ceplok, kerupuk udang, timun dan tomat.

Setelah sarapan dan menyusui Baby Evlan saya langsung berangkat menuju JIH (waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi), saya harus pagi-pagi ke rumah sakit agar dapat nomer antrian awal, dulu pernah datang jam 8 pagi, saya sudah dapat antrian no 31 dan baru dipanggil masuk ke ruangan dokter jam 5 sore.  Oleh karena itu anak-anak saya biarkan tidur dan menunggu di homestay daripada ribet ngikutin saya ke rumah sakit, lagi pula mereka perlu banyak istirahat untuk persiapan perjalanan pulang ke Pacitan. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit saya sudah sampai di JIH, setelah itu saya langsung mengambil nomor antrian untuk registrasi, pak Supir saya minta kembali ke penginapan, tunggu anak-anak sampai bangun dan mandi kemudian packing untuk pulang ke Pacitan, jika saya telepon maka semua harus sudah siap untuk menjemput saya di rumah sakit. Begitulah enaknya kalau menginap dulu daripada langsung PP, anak-anak jadi tidak capek. Jam 10.00 urusan dengan dokter sudah selesai, saya minta pak Supir membawa Bibik dan anak-anak untuk menjemput saya.

Oke, itu tadi pengalaman saya menginap di SAFa Homestay, homestay yang memiliki konsep seperti apartement yang mungil tapi compact, lengkap,cukup bersih, dan nyaman. Sarapannya juga enak dan pas porsinya, pelayanannya cukup memuaskan lah, kalau boleh kasih score saya kasih 8/10 deh untuk semuanya.

So, buat Anda yang ingin membawa rombongan, seperti rombongan circus saya ini untuk berlibur ke Jogja maka akan sangat tepat jika memilih menginap di sini.Very Recomended!

See you soon SAFa Homestay, I’ll be back with my hubby next time *langsung liat jadwal film di bioskop bulan depan*

Hoahm,,,

*yawning*

Anne Lesmana

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

0 Comments

  1. Jadi pengin ke Yogya

    1. Iya mbak.. Ayo k Jogja.. Hehehe

  2. Info bagus kalai mau ke jogja

  3. wah thanks mbak infonya. Bagusss yaaa hehhe

    1. Iya, sama2 mb Wulan, mbak Wulan pdhl rumahnya di Jogja jg kan?

Leave a Reply

Required fields are marked*