Family, Traveling, Uncategorized

Our Little Family Journey-Awal Mula Kami Menjadi Nomadensis

Saya menikah dengan Pria yang bernama Nico A Lesmana (dari Pria inilah nama belakang Lesmana saya dapatkan dan saya gunakan sebagai nama beken saya. Emang situ sudah beken? *Huek*..hehe… Pria yang saya nikahi sejak 2012 yang silam. Pria yang sudah saya jadikan pacar sekitar 10 tahunan (belum dikorting putus nyambung selama 2-3 tahunan. Lu kata diskonan akhir tahun pake dikorting segala..haha.. Ah.. jadi bernostalgia..itung-itung jadi hadiah anniversary kamilah artikel ini, anniversary ke-4 yang kurang 2 hari lagi (kalau saat ini masih terhitung tanggal 4 April).

Saat awal menikah kami tinggal di Surabaya, saya bekerja di Sekolah Ciputra dan suami saya bekerja di salah satu perusahaan multinasional. Awal pernikahan kami habiskan waktu dengan berjalan-jalan dari satu mall ke mall untuk sekedar nongkrong, makan, atau nonton karena kami cukup lama menunggu sampai diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki momongan.

Sering kali bosan menghinggapi hidup kami. Hingga suatu ketika suami saya mengatakan bahwa di perusahaan dia bekerja sedang membuka internal job vacancy untuk mengurus project, yang mana project itu tidak berhubungan sama sekali dengan latar belakang pendidikannya, dan project itu ada di Jembrana, Bali. Lowongan itu terasa pas bagi suami saya karena dia sendiri sudah bosan bekerja di belakang meja selama kurang lebih 4 tahun, sejak SMA (STM Telkom Malang) dia tiap hari berkutat dengan dunia IT, jarang berhubungan dengan manusia merasa ada yang kurang, apalagi setelah melihat kembali ke cita-cita 50 tahun kami, ada skill-skill yang harus dia tambah untuk mencapainya, terutama softskill, bagaimana berkomunikasi dengan manusia, bagaimana me-manage manusia, intinya lebih sering berhubungan atau berkaitan dengan manusia. Istrinya nggak dianggap manusia gitu?? *Ggrrr..

Saya sendiri sedang hamil calon anak pertama kami (setelah keguguran) pada waktu suami menceritakan lowongan tersebut. Untung saya sudah resign dari tempat saya bekerja sebelumnya dengan alasan ingin lebih menjaga kehamilan saya. Jadi sayapun menyetujui proposalnya untuk melamar lowongan tersebut, tapi tentu saja tidak langsung saya approve, oleh karena itu suami saya berusaha merayu saya dengan ,menceritakan benefit apa saja yang bisa kami dapatkan jika lolos seleksi, beberapa di antaranya adalah kami akan tinggal di Bali! Ya Bali! Siapa sih yang tidak ingin tinggal di sana, setiap saudara atau teman yang mengetahui rencana kami tersebut pasti mengatakan bahwa mereka merasa iri, mereka juga ingin tinggal di Bali, “Berasa liburan tiap hari! “ itu kata mereka. Suami saya mengiming-imingi saya bahwa kami bisa pergi ke tempat-tempat wisata di Bali setiap minggunya, kami tidak perlu mengkhawatirkan uang transportasi karena uang bensin sudah ditanggung pihak kantor. Rayuan yang berikutnya adalah kami akan lebih sering pulang ke Banyuwangi (kampung halaman kami berdua) karena jarak tempuhnya lebih pendek daripada Surabaya-Banyuwangi. Rayuan yang terakhir adalah kami akan memiliki banyak tabungan dari dana relokasi yang diberikan oleh kantor karena biasanya ada selisih dana antara yang diberikan kantor dengan biaya aktual untuk biaya pindahan dan kontrak rumah, selisihnya menjadi hak kami,dan itu halal!  Oh ya, saya lupa, satu lagi rayuannya adalah mendengar suami mengatakan bahwa dia akan naik grade yang mana itu berarti ada kenaikan gaji. Setelah beberapa bulan hidup dengan gaji dari satu orang saja berarti nanti akan ada tambahan,pikir saya. Hmm..itu yang paling ditunggu *matre!*nggak kok..Cuma realistis aja.. *ngeles*

Setelah mendengar semua bujuk rayu dan iming-iming tersebut maka saya menyetujuinya untuk melamar lowongan tersebut. Cukup lama kami menunggu hasil lowongan tersebut, sampai di suatu hari Minggu, di sebuah swalayan bahan bangunan, ketika kami sedang berbelanja bahan bangunan untuk merenovasi kamar yang akan dijadikan kamar bayi, tiba-tiba suami mendapat telepon dari kantor dan memberitakan bahwa suami saya lolos seleksi dan harap hari Senin depan menghadap untuk membicarakan mengenai detail job desk serta benefit-benefitnya. Langsung seketika itu suami saya membatalkan apa saja yang akan kami beli, dia bilang kami tidak perlu membelinya karena kamar bayi kami tidak di Surabaya tapi di Bali!

Ini adalah awal permulaan petualangan kami sebagai nomadensis (bener gak sih ini istilahnya? *asal tulis*) karena setiap hari ada saja kemungkinan bagi kami untuk dipindah ke daerah yang lain. Bagaimana kehidupan kami selama di Bali? Apakah seindah yang kami bayangkan? Apakah segala rayuan dan iming-iming terwujud?  Saya lanjutkan besok ya.. Jangan sampai ketinggalan ya, karena pengalaman hidup nomaden ini saya jadi menemukan hotel-hotel unik dan menarik tapi tetap affordable untuk menunjang aktivitas traveling kami karena sayang sudah di tempatkan di daerah yang keren kalau tidak jalan-jalan. Hotel-hotel itu akan saya review di artikel-artikel selanjutnya.  Ee..kenapa kok hotelnya affordable? Bukannya dibayarin kantor ya? Hayo mau ngambil selisihnya lagi ya?  *su’udzon* Emang perusahaan kakek moyang saya jalan-jalan dibayarin juga sama kantor? Maunya sih gitu.. *ngarep* Tapi ada juga sih yang dibayarin kalau pas nebeng suami yang pas lagi kerja, hehe

Ah sudah dulu ya, saya tak tahan dengan rasa gatal karena tomcat ini.. See you..

Share it please, mama ketje.. 🙂Pin on Pinterest0Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Share on Tumblr0

6 Comments

  1. […] Baca juga : Our Little Family Journey-Awal Mula Kami Menjadi Nomadensis […]

  2. wahhh .. enak ya mbak bisa jalan-jalan terus, jadi gak bosan hidupnya kalo kayak gitu terus .. wkwkwkwk

    1. Haha.. alhamdulillah tp ada minusnya jg mas.. pindahan itu packing n unpackingnya capeek jenderal!

  3. […] Baca juga: Awal mula kami menjadi nomander […]

  4. […] dari cerita saya sebelumnya,”Our Little Family Journey-Awal Mula Kami Menjadi Nomadensis“,  kira-kira sebulan kemudian setelah kami diberi kabar bahwa Pak Suami telah diterima untuk […]

Leave a Reply

Required fields are marked*